Tren Baru Kekuatan Modern, Ini 5 Negara Drone Tempur Terbanyak di Asia Tenggara!
- YouTube
Cianjur – Drone tempur jadi tren baru kekuatan udara modern. Unmanned Combat Aerial Vehicle ubah cara perang kontemporer. Asia Tenggara mulai serius bangun armada drone bersenjata.
Beberapa tahun terakhir pengadaan drone tempur meningkat drastis. Dari yang coba-coba sampai akuisisi skala besar berlangsung. Indonesia, Myanmar, Thailand, Malaysia, Vietnam aktif terlibat.
Drone tempur bisa bawa rudal, bom, bahkan jadi kamikaze. Operasi tanpa risiko pilot jadi keunggulan utama. Biaya operasional lebih rendah dibanding pesawat berawak konvensional.
Berikut ini rangkum negara dengan drone tempur terbanyak kawasan Asia Tenggara. Simak sampai akhir untuk tahu siapa juaranya!
Vietnam Drone Kamikaze
Vietnam produksi lokal drone munisi loitering VUC2. Vietel Group kembangkan sejak 2024 untuk militer. Dimensi kecil: panjang 1,1 meter bentang sayap 1,5 meter.
Bobot lepas landas cuma 8 kilogram sangat ringan. Terbang 40 menit jarak 30 kilometer kecepatan 130 km/jam. Pencari elektroptikal berbasis AI bisa dipulihkan utuh.
Malaysia Beli Anka Turki
Mei 2023 Malaysia pesan TAI Anka-S sebanyak 3 unit. Medium altitude long endurance dari Turki canggih. Komunikasi satelit operasi jarak jauh tanpa batasan line-of-sight.
Panjang 8,6 meter bentang sayap 17,5 meter besar. Terbang 9.144 meter kecepatan 217 km/jam endurance 30 jam. Muatan 350 kilogram rudal laser, bom pintar, anti-tank.
Thailand Drone Lokal
Arvonnex Thailand kembangkan Airtaf U1F drone tempur. Tiga unit operasional angkatan udara dengan dua hardpoint. Sukses uji bom tiruan dan rudal ringan tahun 2023.
Drone mini bawa M4 dan mortir juga dikembangkan. Terlihat di konflik perbatasan dengan Kamboja aktual. Drone kamikaze lokal baru selesai pengujian menunggu produksi.
Myanmar Modifikasi Ekstensif
Junta Myanmar andalkan modifikasi drone komersial dengan senjata. Banyak dipakai konflik bersaudara internal berkelanjutan. Dijatuhkan mortir secara presisi ke target lapangan.
CH-3A China dibeli 12 unit tersisa 4 aktif. CH-4 juga operasional bahkan produksi lokal lisensi. Drone kamikaze dan FPV bersenjata juga digunakan luas.
Indonesia Paling Ambisius
CH-4B China sebanyak 6 unit diterima sejak 2019. Endurance 40 jam muatan 250-345 kilogram enam cantelan. Terlibat latihan tempur TNI Angkatan Udara aktif.