Amerika Serikat Siapkan Dana Rp33 Triliun untuk Ukraina Lewat Program PURL NATO

Donald Trump
Sumber :
  • id.pinterest.com

Cianjur Konflik Rusia-Ukraina kembali memanas setelah Amerika Serikat dan NATO meluncurkan program baru bernama Prioritize Ukraine Requirement List (PURL).

img_title Kenapa Helikopter Rusia Begitu Tangguh? Ini Dia Tiga Pabrik Helikoptert Terbaiknya yang Terkenal di Dunia

Program PURL ini dirancang khusus untuk memperkuat pertahanan Ukraina dengan cara membeli senjata buatan AS. Negara-negara anggota NATO diminta membeli persenjataan tersebut, lalu mengirimkannya langsung ke Ukraina.

Dana yang disiapkan untuk program PURL mencapai 2 miliar dolar AS atau setara Rp33,1 triliun. Angka ini memang cukup besar, namun masih di bawah janji awal Presiden Donald Trump yang menyebut komitmen 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp58 triliun.

img_title Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov Lebih Sering Mogok daripada Berlayar, Kok Bisa?

Program PURL menjadi strategi baru NATO untuk membantu Ukraina tanpa harus terlibat langsung dalam perang.

Keputusan ini diambil dalam pertemuan menteri pertahanan NATO di Brussel pada 14 Oktober 2025. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan pentingnya tindakan nyata, bukan hanya janji-janji kosong.

img_title Jet Intai SR-71 Blackbird Legendaris Amerika Serikat yang Mampu Terbang Lebih Cepat dari Rudal Musuh

Komitmen NATO Melalui Program PURL

Dalam pertemuan tersebut, Menhan Pete Hegseth meminta negara anggota NATO segera menambah investasi pertahanan lewat program PURL. Ia menekankan bahwa kekuatan militer nyata lebih penting daripada sekadar retorika diplomatik.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menambahkan, lebih dari separuh anggota NATO sudah berpartisipasi dalam program PURL.

Namun, masih ada sejumlah negara yang belum bergabung. Rutte berharap negara-negara lain segera ikut serta untuk memperkuat dukungan terhadap Ukraina. Menariknya, pertemuan di Brussel tidak membahas secara detail soal pengiriman rudal Tomahawk ke Ukraina.

Program PURL adalah langkah strategis NATO untuk menjaga keseimbangan kekuatan tanpa eskalasi langsung melawan Rusia.

Rudal Tomahawk dan Ancaman Rusia

Rudal Tomahawk adalah senjata jarak jauh yang sangat diinginkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Keputusan akhir mengenai pengiriman rudal ini ada di tangan Donald Trump. Jika disetujui, Ukraina bisa melakukan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia.

Namun, Rusia langsung memberikan peringatan keras terhadap kemungkinan ini. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa pengiriman rudal Tomahawk akan dianggap eskalasi serius. Langkah tersebut bisa merusak hubungan diplomatik AS dan Rusia yang sudah rapuh.

Ketegangan Wilayah Udara NATO

Halaman Selanjutnya
img_title