RS-28 Sarmat Satan 2, Rudal Rusia yang Bisa Hancurkan 10 Kota!
- Youtube
Cianjur – Bayangkan rudal raksasa sepanjang lebih dari 35 meter tersimpan rahasia di silo bawah tanah yang dijaga ketat di Rusia. Senjata yang dijuluki Satan 2 oleh Barat ini lebih dari sekadar senjata nuklir biasa.
RS-28 Sarmat adalah simbol, pesan, dan peringatan dari Rusia kepada dunia. Dengan bobot peluncuran lebih dari 200 ton, rudal ini adalah kombinasi kecerdasan manusia dan kengerian yang bisa mengakhiri peradaban dalam hitungan menit.
Teknologi MIRV yang Menakutkan
RS-28 Sarmat dirancang untuk menembus sistem pertahanan rudal paling canggih sekalipun dengan teknologi MIRV yang revolusioner.
Dirangkum dari channel YouTube Crok, teknologi Multiple Independently Targetable Reentry Vehicle memungkinkan satu rudal terpecah menjadi lebih dari 10 hulu ledak nuklir yang terbang ke target berbeda.
Bayangkan roket yang menempuh ribuan kilometer lalu saat mendekati atmosfer musuh, tubuhnya terpecah menjadi puluhan hulu ledak dengan daya ledak berkali lipat bom Hiroshima. Satu rudal saja bisa melenyapkan 10 kota sekaligus dalam satu serangan.
Jalur Terbang yang Tak Terduga
Sistem propulsi Sarmat menggunakan bahan bakar cair multistage yang mampu membawa muatan hingga 10 megaton TNT dengan jalur terbang unik.
Berbeda dengan rudal balistik Amerika atau China yang cenderung melewati Kutub Utara, Sarmat bisa diarahkan melalui Kutub Selatan yang hampir tidak terdeteksi radar NATO.
Pertanyaannya adalah jika sistem pertahanan rudal global disiapkan untuk satu arah, bagaimana jika ancaman datang dari arah yang sama sekali berbeda?
Sarmat juga mampu membawa Avangard, kendaraan hipersonik yang melaju dengan kecepatan Mach 20 hingga Mach 27 sambil bermanuver zigzag menembus atmosfer.
Kemampuan Menembus Pertahanan
Berikut kemampuan mengerikan RS-28 Sarmat:
1. Kecepatan Hipersonik - Dengan Avangard yang melaju 20 kali lebih cepat dari suara, radar tidak punya waktu mengunci dan pencegat tidak sempat mengejar.
2. Hulu Ledak Ganda - Membawa puluhan hulu ledak plus umpan yang dirancang khusus untuk mengecoh radar sistem pertahanan musuh.
3. Navigasi Canggih - Sistem navigasi inersia yang menyesuaikan jalur terbang tanpa bantuan satelit dan pelindung termal untuk masuk kembali ke atmosfer.