Global Firepower Buktikan Kekuatan Militer Indonesia Naik Pesat dengan 448 Pesawat dan 1,64 Juta Personel
- id.pinterest.com
Cianjur – Kekuatan militer Indonesia kembali mencuri perhatian dunia internasional. Menurut data Global Firepower tahun 2023, Indonesia berhasil naik ke peringkat 13 dunia. Power index mencapai 0,221, melampaui negara maju seperti Jerman, Australia, dan Israel.
Di tahun sebelumnya, Indonesia masih berada di posisi 15. Amerika Serikat masih menduduki posisi pertama dengan skor 0,0712.
Status Negara Berkembang yang Menginspirasi
Kemajuan Indonesia dianggap luar biasa karena statusnya sebagai negara berkembang. Mampu memperkuat sistem pertahanan secara cepat dan efektif.
Kekuatan militer Indonesia mencakup tiga matra utama yang seimbang. TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Ketiganya terus diperkuat dengan peralatan modern.
Dominasi Kekuatan Udara
Dari sektor udara, Indonesia memiliki total 448 pesawat berbagai jenis. Terdiri dari 41 pesawat tempur, 67 pesawat angkut, dan 127 pesawat latih. Ditambah 176 helikopter dan 15 helikopter serang.
Salah satu alutsista andalan adalah helikopter serang AH-64E Apache. Buatan Amerika Serikat dengan harga sekitar Rp500 miliar per unit. Helikopter ini mampu membawa rudal Hellfire dan dilengkapi radar Longbow canggih.
Jet Tempur Multiperan Sukhoi
Indonesia juga memiliki jet tempur Sukhoi Su-30 buatan Rusia. Pesawat multi peran ini bisa melacak hingga 10 target sekaligus. Efektif dalam misi serangan darat maupun udara dengan harga Rp73,5 triliun per unit.
Kecanggihan Sukhoi membuat TNI AU punya kemampuan air superiority. Pesawat ini jadi tulang punggung pertahanan udara Indonesia. Dilengkapi sistem avionik modern dan persenjataan lengkap.
Kekuatan Darat Modern
Dari sektor darat, kekuatan TNI diperkuat peluncur roket Astros II MK6. Senjata artileri modern asal Brasil dengan harga Rp3,8-7,6 triliun. Mampu meluncurkan beberapa roket sekaligus dengan sistem peluncur modular.
Selain itu, ada juga tank Leopard 2 Revolution asal Jerman. Memiliki bobot 60 ton dan persenjataan utama meriam 120 mm. Harga sekitar Rp82,3 miliar per unit.
Kemandirian Industri Maritim
Di laut, Indonesia memiliki KRI Alugoro-405, kapal selam buatan dalam negeri. Hasil kerja sama PT PAL Indonesia dan DSME Korea Selatan. Kapal selam diesel-elektrik kelas Chang Bogo ini menelan biaya Rp1,5 triliun.