Indonesia Peringkat 13 Dunia, Militer Terkuat ASEAN Jauh Tinggalkan Vietnam Thailand dan Singapura

Peringkat Militer Dunia
Sumber :
  • id.pinterest.com

Cianjur – Menurut laporan Global Firepower per Juli 2025, Indonesia menempati peringkat ke-13 dunia. Posisi ini sekaligus menjadikan Indonesia militer terkuat di Asia Tenggara. Penilaian GFP mencakup lebih dari 60 faktor komprehensif.

img_title Vietnam Juara, Ini 5 Negara Asia Tenggara Dengan Personil Militer Terbesar!

Faktor tersebut termasuk jumlah personel aktif, kemampuan industri pertahanan, dan teknologi modern. Juga dihitung cadangan sumber daya dan logistik nasional. Peringkat tinggi Indonesia menunjukkan hasil nyata investasi besar dalam modernisasi pertahanan.

Persaingan Ketat di Kawasan

img_title TNI Makin Ganas dengan Senjata MLRS Canggih, Begini Kekuatan Dahsyatnya!

Vietnam menempati peringkat ke-23 dunia, cukup jauh di bawah Indonesia. Disusul Thailand di posisi ke-25 dengan angkatan darat yang kuat. Kedua negara ini dikenal memiliki infrastruktur militer tersebar luas di wilayahnya.

Singapura menyusul di posisi ke-29 dunia meski personel terbatas. Negara kecil ini mengandalkan kecanggihan teknologi pertahanan dan sistem udara modern. Myanmar berada di peringkat 37, Filipina di 41, dan Malaysia di 42.

img_title Helikopter Angkut Berat CH-47 Chinook Angkut 12 Ton Cocok Indonesia, Harga 38 Juta Dolar Per Unit Perlu Komitmen!

Tujuh Negara ASEAN Masuk 50 Besar

Yang menarik, ada tujuh negara ASEAN masuk 50 besar dunia versi GFP. Ini mencerminkan keseriusan kawasan dalam memperkuat sistem pertahanan. Meskipun Asia Tenggara dikenal relatif damai, negara-negara tetap serius soal kesiapan militer.

Kamboja dan Laos berada di posisi bawah dengan kekuatan relatif kecil. Kedua negara ini masih bergantung pada dukungan eksternal untuk pertahanan strategis. Namun mereka tetap berupaya meningkatkan kapabilitas secara bertahap.

Dorongan Situasi Geopolitik Global

Peningkatan kekuatan militer ASEAN tak lepas dari situasi geopolitik global. Ketegangan di Laut Cina Selatan jadi salah satu pendorong utama. Konflik berkepanjangan di Ukraina juga membuka mata negara-negara Asia Tenggara.

Semua negara di kawasan kini memperkuat pertahanan sambil jaga keseimbangan diplomasi. Strategi ini terbukti efektif untuk menjaga stabilitas regional. Tidak ada yang mau terlibat konflik terbuka.

Pelajaran dari Konflik Thailand-Kamboja

Konflik Thailand-Kamboja menjadi pelajaran berharga bagi seluruh ASEAN. Kemampuan militer bukan hanya soal perang atau agresi. Ini instrumen penting untuk menjaga stabilitas dan mencegah konflik meluas.

Kekuatan militer juga memperkuat posisi diplomatik di meja perundingan. Negara dengan pertahanan kuat lebih dihormati dan didengar. Dengan posisi terdepan, Indonesia kini jadi pilar utama keamanan kawasan ASEAN yang membuktikan kekuatan militer modern bisa berjalan seiring diplomasi damai.