KRI Diponegoro 365, Kapal Korvet Pertama Simbol Modernisasi TNI AL!

KRI Diponegoro 365
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – KRI Diponegoro 365 merupakan kapal korvet pertama dari kelas Diponegoro sekaligus simbol awal modernisasi armada TNI Angkatan Laut di era 2000-an. Kapal ini termasuk dalam desain Sigma 9113 rancangan modular asal Belanda yang terkenal dengan efisiensi, kecepatan, dan kemampuan tempurnya yang serba guna.

img_title Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov Lebih Sering Mogok daripada Berlayar, Kok Bisa?

Pembangunan KRI Diponegoro dimulai pada tahun 2005 di galangan kapal Schelde Naval Shipbuilding, Vlissingen, Belanda yang kini dikenal sebagai Damen Schelde.

Kapal ini dibuat khusus sesuai kebutuhan TNI AL dengan sistem persenjataan yang dapat disesuaikan untuk misi pertahanan laut Indonesia yang luas.

img_title Jet Intai SR-71 Blackbird Legendaris Amerika Serikat yang Mampu Terbang Lebih Cepat dari Rudal Musuh

Proyek pembelian kapal ini resmi disepakati pada Januari 2004 bersamaan dengan kapal kedua dalam kelasnya yaitu KRI Hasanuddin 366. Kedua kapal ini menandai kerja sama strategis antara Indonesia dan Belanda dalam bidang pertahanan laut yang sangat penting.

Peletakan lunas KRI Diponegoro dilakukan pada 24 Maret 2005 yang menandai dimulainya proses konstruksi fisik kapal di galangan Belanda.

img_title Kapal Tempur LCS Kecepatan 40 Knot, Bisa Ganti Misi dengan Modul Cepat!

Upacara ini jadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya TNI AL memesan kapal perang canggih dengan desain modular yang bisa dirakit cepat. Namun tetap memiliki kemampuan tempur tinggi yang tidak kalah dengan kapal modern negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Dirangkum dari channel YouTube Indonesia Defense, berikut kehebatan KRI Diponegoro 365 TNI AL. Sebagai korvet multirole, KRI Diponegoro dirancang untuk menjalankan berbagai misi pertahanan maritim yang kompleks dan menantang.

Kapal ini dilengkapi sistem anti kapal permukaan dengan rudal dan meriam modern yang sangat mematikan bagi musuh.

Kemampuan Tempur Anti Kapal Selam

KRI Diponegoro punya kemampuan anti kapal selam atau ASW dengan sensor bawah air dan torpedo yang canggih untuk deteksi ancaman. Sistem anti serangan udara atau AAW juga terpasang melalui sistem pertahanan udara jarak menengah yang efektif cegat ancaman dari langit.

Dengan panjang sekitar 90 meter dan bobot 1.700 ton, kapal ini dapat beroperasi di lautan lepas selama berminggu-minggu tanpa harus kembali.

Spesifikasi dan Persenjataan Lengkap

Kapal ini dilengkapi rudal permukaan ke permukaan, meriam otomatis kaliber besar, dan sistem pertahanan udara terpadu yang modern. Sensor radar canggih memungkinkan deteksi target dari jarak jauh dengan akurasi tinggi di berbagai kondisi cuaca buruk sekalipun.

Halaman Selanjutnya
img_title