Myanmar Kuasai Peluncur Roket Multiple Terbanyak di Asia Tenggara 2025!
- Youtube
Cianjur – Peluncur roket multiple atau MLRS memiliki peran besar dalam pertempuran modern dengan kemampuan menghujani area musuh yang luas dalam jarak jauh.
Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara ternyata memiliki stok MLRS yang tidak main-main bahkan mencapai ratusan hingga ribuan unit untuk memperkuat pertahanan darat mereka.
Persenjataan MLRS dapat dengan cepat meluncurkan amunisi roket dalam jumlah besar ke target strategis musuh dengan jangkauan bervariasi.
Armada peluncur roket multiple ini menjadi tulang punggung kekuatan artileri beberapa negara ASEAN yang terus meningkatkan kemampuan militer mereka dengan teknologi modern dan produksi dalam negeri.
Peringkat Lima Negara MLRS Terbanyak
Dirangkum dari channel YouTube SEA5, Myanmar berada di posisi pertama dengan 1.263 unit MLRS yang paling banyak dan bervariasi di Asia Tenggara.
Negara ini mengoperasikan MLRS buatan sendiri seperti MAM-01 sekitar 600 unit kaliber 122mm, MAM-02 lebih dari 250 unit kaliber 240mm, dan MAM-03 terbaru dengan jangkauan hingga 290 km.
Myanmar juga memiliki M-1991 buatan Korea Utara sekitar 100 unit, BM-21 Grad Soviet 100 unit yang di-upgrade, serta Type 81, Type 90B, dan Type 63 buatan Tiongkok total 210 unit.
Posisi kedua ditempati Vietnam dengan 750 unit yang terdiri dari BM-21 sekitar 350 unit dan BM-14 sekitar 400 unit yang telah dimodernisasi dengan teknologi navigasi digital dan produksi amunisi dalam negeri.
Indonesia dan Kamboja di Tengah Peringkat
Kamboja menempati posisi ketiga dengan 199 unit MLRS yang cukup bervariasi dari klasik hingga modern buatan Tiongkok, Soviet, dan Ceko.
Kamboja mengoperasikan PHL-03 berkaliber 300mm sekitar 6 unit dengan jangkauan 130 km, PHL-81 sebanyak 100 unit, PHL-90B 25 unit, Type 63 sekitar 20 unit, BM-21 8 unit, BM-24 20 unit, dan RM-70 sekitar 20 unit.
Indonesia berada di posisi keempat dengan total sekitar 111 unit yang terdiri dari TNI AD mengoperasikan Astros 2 MK6 Brazil 63 unit dengan jangkauan 150 km, sementara Korps Marinir TNI AL memiliki RM-70 Ceko 9 unit, RM-70 Vampire 36 unit, dan Type 90B Tiongkok setidaknya 3 unit.
Laos menempati posisi kelima dengan 64 unit meliputi BM-21 sebanyak 32 unit, BM-14 sebanyak 20 unit, dan SR-5 modern Tiongkok 12 unit yang dapat meluncurkan berbagai jenis amunisi termasuk drone.