5 Tank Tempur Paling Tua di Asia Tenggara Masih Beroperasi Hingga Kini
- pinterest.com
Cianjur – Tank tempur tua ternyata masih jadi andalan militer di Asia Tenggara. Meski teknologi militer sudah canggih, tank-tank jadul ini tetap dipercaya untuk operasi pertahanan.
Kawasan Asia Tenggara memang punya sejarah panjang soal alutsista. Banyak negara di sini masih pakai tank lawas yang udah diproduksi puluhan tahun lalu.
Tank-tank tua ini bukan cuma pajangan museum aja. Mereka masih aktif digunakan dan terus dirawat dengan baik oleh berbagai negara.
Kenapa sih tank tua masih dipakai sampai sekarang? Jawabannya simpel, mereka masih efektif dan biaya perawatannya murah banget.
1. AMX 13 dari Perancis
Tank ringan AMX 13 pertama kali diproduksi tahun 1952 di Perancis. Dengan bobot 13,7 ton, tank ini terkenal lincah dan cocok untuk operasi cepat.
Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masih operasikan AMX 13. TNI AD mulai pakai tank ini sejak tahun 1960-an dan terus melakukan upgrade sistem senjatanya.
2. M48 Patton Buatan Amerika
M48 Patton mulai diproduksi tahun 1952 oleh Chrysler dan Ford. Total ada 12.000 unit yang diproduksi sampai tahun 1961.
Thailand jadi pengguna terbesar M48 di kawasan ini dengan 105 unit. Indonesia juga punya 86 unit yang sudah direkondisi tahun 2019-2020.
3. PT-76 Tank Amfibi Soviet
PT-76 adalah tank amfibi dari Uni Soviet yang mulai digunakan tahun 1951. Keunggulannya bisa beroperasi di darat dan air dengan bobot 14,6 ton.
Indonesia punya 86 unit PT-76 yang dioperasikan Korps Marinir. Tank ini sudah direkondisi dan masih aktif untuk latihan militer.
4. T-54 dan T-55 Legendaris
T-54 dan T-55 adalah tank paling banyak diproduksi dalam sejarah dengan 100.000 unit. Tank Soviet ini mulai dipakai sejak 1948 dan jadi tulang punggung militer banyak negara.
Vietnam punya 600-800 unit T-54/T-55 yang masih aktif. Myanmar, Kamboja, dan Laos juga masih operasikan tank legendaris ini.
5. M3 Stuart Tank Tertua
M3 Stuart mulai digunakan sejak 1941 dan merupakan tank paling tua di list ini. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masih punya tank ini.
Tank M3 Stuart sekarang cuma dipakai untuk upacara dan pelatihan. Hanya tersisa satu unit aktif yang jadi bagian warisan militer Indonesia.