Rusia Operasikan Battle Cruiser Pyotr Velikiy Terbesar di Dunia dengan Reaktor Nuklir!
- Youtube
Cianjur – Battle cruiser adalah jenis kapal perang besar yang dilengkapi persenjataan setara kapal tempur dengan kecepatan setara kapal penjelajah. Kapal ini memainkan peran penting di angkatan laut berbagai negara terutama saat Perang Dunia Kedua.
Pyotr Velikiy adalah battle cruiser terbesar di dunia dengan bobot 28.000 ton. Ini 12.000 ton lebih berat dari kapal perang Zumwalt, dua kali lipat flagship Moskow Armada Laut Hitam, dan 18.000 ton lebih berat dari kelas Arleigh Burke.
Dirangkum dari channel YouTube NICEON, sejarah kapal dimulai puncak Perang Dingin 1960-an. Armada Soviet fokus buat kapal selam menghadapi ancaman Barat tapi butuh instrumen tempur lebih efektif melawan armada permukaan.
Pengenalan energi atom sedang booming dan reaktor nuklir di kapal dianggap solusi menjanjikan. Awal 1960-an Amerika luncurkan kapal induk nuklir pertama USS Enterprise CVN-65 diikuti USS Long Beach bertenaga nuklir yang jadi ancaman Soviet.
Proyek 1144 Orlan yang Kompleks
Tahun 1964 pembangun kapal Soviet dapat tugas khusus membuat dua kapal terpisah. Pertama kapal anti-kapal selam dan kedua kapal penjelajah rudal berpemandu dengan teknologi canggih.
Seiring waktu, pengembang teknologi simpulkan semua teknologi dari dua kapal bisa digabung jadi satu. Ambisi ini diikuti pemerintah Soviet dengan mengemas teknologi canggih ke battle cruiser Project 1144 Orlan atau Kirov Class.
Karena kompleksitas proyek, berat kapal yang awalnya direncanakan 8.000 ton meledak jadi 20.000 ton dan terus tumbuh. Antara 1977-1989 dibangun empat battle cruiser termasuk Kirov, Frunze, Kalinin, dan Yuri Andropov.
Ironisnya tahun 1989 setelah keempat kapal di air, dua tahun berikutnya Uni Soviet runtuh. Kapal penjelajah besar dan kompleks ini terbukti mahal untuk dioperasikan dan tidak jelas harus melawan siapa.
Pyotr Velikiy Satu-Satunya yang Operasional
Karena kurangnya dana cadangan, hanya tiga kapal raksasa ini beroperasi sementara kapal keempat alami kesulitan dan keterlambatan. Kapal keempat bernama Pyotr Velikiy atau Peter the Great, kaisar Rusia pertama abad ke-17 dan 18, cukup beruntung.
Saat proses penyelesaian produksi, tiga saudaranya terdampar di pantai dan hampir tidak terawat hingga kehilangan kemampuan operasi. Sebagai yang termuda dan ditugaskan 1998, Pyotr Velikiy jadi satu-satunya perwakilan battle cruiser keluarga Orlan.