Selongsong Peluru Bekas Latihan Militer Bisa Diisi Ulang dengan Primer Tipe Boxer!
- Youtube
Cianjur – Proses penembakan senjata api modern meninggalkan selongsong bekas yang terlontar keluar. Dalam kegiatan latihan tembak menghasilkan puluhan, ratusan, bahkan ribuan butir selongsong peluru bekas.
Kemana selongsong peluru ini setelah latihan selesai? Apakah selongsong peluru yang sudah ditembakkan bisa diisi dan digunakan lagi untuk menghemat anggaran militer?
Dirangkum dari channel YouTube Lycma Mil-Tech, jawabannya bisa saja tergantung desain yang digunakan. Ada yang bisa dengan mudah digunakan kembali, ada yang relatif sulit karena perbedaan tipe primer.
Pada bagian belakang atau dasar selongsong peluru terdapat bagian yang disebut primer. Primer berfungsi untuk menyalakan mesiu atau propellant di dalam selongsong saat firing pin memukul bagian belakangnya.
Dua Tipe Primer Berdan dan Boxer
Ada dua tipe utama primer pada amunisi yaitu Tipe Berdan dan Tipe Boxer. Desain dari anvil pada primer inilah yang menentukan apakah selongsong peluru dapat dengan mudah diisi ulang atau tidak.
Pada primer tipe Boxer, anvil merupakan bagian dari primer sehingga sudah ada di dalamnya. Lubang tempat primer pada selongsong atau primer pocket hanya lubang sederhana dengan satu flash hole di bagian tengah.
Sedangkan pada primer tipe Berdan, anvil merupakan bagian integral dari selongsong itu sendiri. Di dalam primer pocket bagian tengah terdapat tonjolan yang berfungsi sebagai anvil sehingga flash hole-nya ada dua di samping anvil.
Kemudahan Mengisi Ulang Selongsong
Selongsong dengan desain primer Boxer dapat diisi ulang dengan mudah oleh pengguna sipil. Cukup melepaskan primer lama dan diganti dengan primer baru kemudian diisi propellant dan dipasang proyektil baru di ujung.
Sedangkan peluru yang menggunakan primer tipe Berdan relatif lebih sulit untuk diisi ulang karena kompleksitas tinggi. Proses melepaskan primer cup lama dan memasang yang baru memerlukan peralatan khusus sehingga umumnya tidak diisi ulang.
Amunisi yang digunakan militer umumnya menggunakan tipe Berdan sehingga tidak cocok untuk diisi ulang. Amunisi desain Berdan relatif lebih murah biaya produksinya sehingga cocok untuk militer yang menggunakannya dalam jumlah banyak.