Indonesia Rencanakan Beli 10 Unit Kapal Selam dari China Lewat Pinjaman Luar Negeri!
- Youtube
Cianjur – Kementerian Pertahanan Indonesia mempresentasikan roadmap pengadaan alutsista yang sangat ambisius. Salah satu rencana paling mengejutkan adalah pengadaan 10 unit kapal selam dari China untuk memperkuat TNI AL.
Direktif Menteri Pertahanan menunjukkan arah pembangunan kekuatan maritim Indonesia ke depan. Selain 10 kapal selam, ada juga rencana destroyer full mission dari China dan kapal induk Garibaldi dari Italia.
Dirangkum dari channel YouTube Amanda Channel, rencana ini cukup membanggakan tapi juga mengejutkan. Kementerian Keuangan Indonesia telah menyetujui rencana pinjaman luar negeri mencapai 600 juta dolar AS untuk mendapatkan setidaknya satu kapal bekas.
Pengadaan kapal selam ini bagian dari program Interim Submarine Class Indonesia atau IRSC. Program ini untuk mengisi kesenjangan kemampuan peperangan bawah laut sementara TNI AL menunggu pengiriman kapal selam baru.
Kapal Selam Tipe Yuan Class yang Ditawarkan
Yang kuat kemungkinan diakuisisi adalah Tipe 039 XPL atau kondisi baru yang biasa disebut Yuan Class. Sebelumnya China telah menawarkan Tipe 039A bekas pakai PLA Navy bukan varian ekspor.
Kapal selam Type 039 PLA Navy punya beberapa varian yaitu 039A, 039B, 039C, 039G, dan 039G1. Tawaran ini disampaikan pejabat Poly Technologies China saat berkunjung ke TNI AL di Wisma Elang Laut Jakarta Pusat tanggal 26 Mei 2025.
Poly Technologies adalah perusahaan milik negara China yang diberi wewenang melakukan impor-ekspor sistem pertahanan. Kunjungan ini dilakukan menjelang pameran Indo Defence 2025 yang diadakan di Jakarta tanggal 11-14 Juni.
Program Interim Submarine Class
Berdasarkan tawaran yang diajukan, China akan memasok tiga kapal selam Yuan Class untuk program interim. Program ini berupaya mengisi kesenjangan kemampuan peperangan bawah laut TNI AL sementara waktu.
TNI AL menginginkan kelas kapal selam dengan bobot antara 1.800 hingga 2.800 ton. Indonesia sudah menandatangani kontrak untuk dua kapal selam diesel-electric SSK Scorpene dengan galangan kapal Prancis.
Karena kapal dari Prancis masih lama jadinya, TNI AL butuh kapal interim dari China. Tiga unit pertama kemungkinan kapal bekas Type 039, sementara tujuh sisanya bisa varian baru yang lebih besar.