Indonesia Operasikan AH-64E Apache Guardian Helikopter Serang Tercanggih di ASEAN!
- Youtube
Cianjur – Dengan suara khas baling-baling yang menggetarkan udara, AH-64E Apache Guardian hadir sebagai simbol kekuatan baru TNI Angkatan Darat. Ini adalah helikopter serang tercanggih yang pernah dimiliki Indonesia dan dirancang untuk menghancurkan target dengan presisi tinggi.
Indonesia resmi membeli 8 unit AH-64E Apache Guardian dari Amerika Serikat melalui skema Foreign Military Sales. Seluruh unit diterima secara bertahap mulai 2017 dan kini dioperasikan oleh Skadron 11 Serbu Penerbad di Pangkalan Ahmad Yani Semarang.
Dirangkum dari channel YouTube Nusantara Defense, pengadaan ini menandai loncatan besar kemampuan udara TNI AD. Sebelumnya Indonesia hanya mengoperasikan helikopter serang ringan seperti Bell 412 dan Mi-35 Hind yang jauh lebih sederhana.
Bahkan sebelum musuh sempat melihatnya, Apache sudah bisa mengunci target dari jarak jauh. Di tingkat ASEAN, hanya segelintir negara yang mengoperasikan Apache versi terbaru ini menjadikan Indonesia salah satu kekuatan udara paling disegani.
Mesin dan Performa Luar Biasa
AH-64E dibekali dua mesin General Electric T700-GE-701D yang masing-masing menghasilkan daya lebih dari 2.000 tenaga kuda. Helikopter ini mampu terbang hingga 293 km per jam dengan jarak operasi sekitar 480 km tanpa isi ulang bahan bakar.
Kemampuan terbang rendah dan manuver ekstremnya membuat heli ini sulit dideteksi radar musuh. Sangat efektif di medan sulit seperti hutan belantara Papua atau pegunungan yang terjal.
Persenjataan Canggih yang Mematikan
Yang membuatnya mematikan adalah kombinasi radar AN/APG-78 Longbow Fire Control untuk deteksi target. Sistem peluncur rudal AGM-114 Hellfire mampu menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja dari jarak aman.
Meriam M230 Chain Gun kaliber 30mm bisa menembak 625 peluru per menit dengan akurasi tinggi. Semua terintegrasi dalam sistem targeting canggih yang bisa menyerang target siang maupun malam dalam kondisi cuaca apapun.
Kemampuan Tempur Multifungsi
Apache dirancang untuk misi serangan cepat, pengintaian bersenjata, hingga dukungan udara dekat bagi pasukan darat. Dalam latihan gabungan, Apache menunjukkan kemampuan menembak presisi dari jarak jauh sekaligus mengunci banyak target bersamaan.