China Bangun Armada Kapal Induk dari Nol hingga Saingi Amerika dalam 40 Tahun!
- Youtube
Cianjur – Musim panas 2022, China memperkenalkan kapal induk terbaru bernama Fujian yang sangat besar. Kapal ini langsung menjadi simbol kebanggaan nasional dan sinyal mengkhawatirkan bagi negara lain.
Bagaimana mungkin negara yang 50 tahun lalu baru belajar operasikan kapal selam kini bisa desain kapal induk setara superpower. Bahkan kapal induk berikutnya dirancang lebih besar dan kuat lagi.
Dirangkum dari channel YouTube NICEON, perjalanan China dimulai tahun 1960-an saat fokus pertahanan hanya pesisir. China menyadari butuh infrastruktur besar, teknologi canggih, dan jenis kapal tertentu untuk jadi kekuatan maritim global.
Karena keterbatasan anggaran dan teknologi, China awalnya fokus kembangkan kapal selam nuklir. Namun ide kapal induk tetap di benak mereka setelah delegasi China kunjungi kapal induk AS Kitty Hawk tahun 1980.
Belajar dari Kapal Induk Bekas Australia
Tahun 1987, China mulai program pelatihan untuk desainer, teknisi, dan pilot kapal induk generasi pertama. Australia tanpa sadar berkontribusi lewat kapal induk bekas HMAS Melbourne yang dibeli perusahaan China.
Kapal ringan seberat 20.000 ton ini seharusnya dibongkar tapi militer China menghentikan proses itu. Ternyata kapal punya katapel uap, arrestor equipment, dan sistem kontrol pendaratan yang bisa dipelajari.
Selama bertahun-tahun Melbourne dipelajari untuk tingkatkan pemahaman China tentang kapal induk. Pembongkaran baru selesai 2002 setelah tidak ada lagi yang bisa dipelajari dari kapal tua tersebut.
China juga membeli kapal induk bekas Soviet yaitu Minsk dan Kiev yang dijadikan taman hiburan. Proses renovasi berlangsung bertahun-tahun agar galangan kapal lokal bisa pelajari detail konstruksinya.
Liaoning, Kapal Induk Pertama yang Operasional
China membeli Varyag dari Ukraina tahun 2002, kapal induk 60.000 ton yang tidak selesai dibangun. Kapal ini diselesaikan China sebagai kapal induk operasional penuh untuk percepat pelatihan awak dan pilot.
China bahkan membangun replika ukuran penuh di darat untuk meniru bagian penting kapal asli. Setelah hampir satu dekade kerja, kapal akhirnya berlayar 2011 dengan nama baru Liaoning.
Bersamaan itu China kembangkan armada pesawat tempur berbasis kapal induk J-15 dari prototipe Su-33. Tahun 2016, Liaoning dinyatakan operasional penuh menandai China punya kapal induk pertama mereka.