Indonesia Bisa Jadi Negara Pertama ASEAN yang Operasikan Frigate Siluman Mogami!
- Youtube
Cianjur – Jepang dan Indonesia dikabarkan sedang mempertimbangkan kerja sama produksi bersama kapal frigate siluman kelas Mogami. Kapal perang tercanggih milik Jepang ini menggunakan teknologi stealth generasi terbaru.
Jika rencana ini terwujud, Indonesia bisa menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan frigate berteknologi siluman buatan Jepang. Langkah besar ini tentu akan menarik perhatian banyak pihak di kawasan.
Dirangkum dari channel YouTube Sarjana Militer, pembicaraan intensif terus berlangsung di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. Modernisasi alutsista menjadi prioritas utama dan Mogami termasuk dalam daftar kandidat kapal perang utama.
Dalam skema yang diajukan, empat unit akan dibuat di galangan kapal Jepang dan empat sisanya dirakit di PT PAL Surabaya. Pola ini bukan sekadar pembelian, melainkan bentuk kerja sama strategis dengan transfer teknologi.
Sejarah Pengembangan Mogami Class
Mogami Class dikembangkan oleh Mitsubishi Heavy Industries bersama Japan Marine United. Desainnya diperkenalkan tahun 2015 dan kapal pertama JS Mogami diluncurkan pada 2021.
Jepang merancangnya sebagai kapal multirol dengan kemampuan siluman dan berawak kecil tapi daya tempur besar. Kelas ini dinamai dari Sungai Mogami di Prefektur Yamagata sesuai tradisi Jepang.
Meningkatnya ketegangan di Asia Pasifik karena ekspansi maritim China membuat Jepang membangun kapal perang generasi baru. Mogami dirancang untuk menghadapi ancaman regional dengan efisiensi tinggi dan kemampuan manuver modern.
Desain Stealth yang Canggih
Lambung kapal dibentuk dengan sudut-sudut halus untuk mengurangi jejak radar. Superstruktur dibuat ramping dengan bahan khusus yang menyerap gelombang radar.
Bahkan meriam utama di haluan dilengkapi penutup khusus agar tidak memantulkan radar musuh. Dengan panjang 133 meter, lebar 16 meter, dan bobot 5.500 ton, Mogami tampak lebih ramping dari frigate tradisional.
Mogami dilengkapi sistem otomasi canggih sehingga hanya memerlukan sekitar 90 awak. Frigate tradisional biasanya dioperasikan lebih dari 200 orang, jadi ini sangat efisien.
Persenjataan dan Kemampuan Tempur
Di haluan terdapat meriam otomatis MK45 kaliber 127 mm untuk target permukaan dan darat. Untuk pertahanan udara, Mogami dilengkapi Vertical Launching System yang dapat memuat 16 sel rudal.