Rencana Perdamaian Gaza Dibagi Tiga Fase untuk Akhiri Konflik Berkepanjangan!
- Youtube
Cianjur – Rencana perdamaian Gaza dibagi menjadi tiga fase untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Setiap fase dirancang secara bertahap untuk membangun kepercayaan antara pihak yang bertikai.
Konflik ini dimulai dari serangan 7 Oktober 2023 ketika Hamas menyerang lebih dari 20 komunitas Israel. Serangan terkoordinasi menggunakan kombinasi roket, paralayang, sepeda motor, dan kendaraan lain untuk menembus pertahanan Israel.
Dirangkum dari channel YouTube AiTelly, serangan meluncurkan 3.000 roket pada pukul 06:30 pagi. Sistem pertahanan Iron Dome berhasil mencegat hampir 60% roket termasuk buatan Iran dan roket buatan sendiri Qassam.
Hamas kini mengubah strategi dari taktik medan perang tradisional jadi perang gerilja desentralisasi. Unit-unit kecil otonom beroperasi independen dengan taktik penyergapan, serangan sniper, dan IED yang sulit dideteksi.
Fase Pertama Rencana Perdamaian
Pasukan Israel mulai menarik diri dari beberapa area berpenduduk sehingga hanya kendalikan separuh Gaza. Gencatan senjata akhirnya membuat bom dan artileri berhenti setelah konflik berkepanjangan.
Pertukaran sandera mulai berlangsung dengan militan Gaza melepaskan beberapa sandera Israel. Israel merespons dengan membebaskan hampir 1.900 tahanan Palestina sebagai imbalan 48 sandera, tapi tahap awal hanya 20 tahanan yang dibebaskan.
Bantuan kemanusiaan mulai mengalir ke Gaza dengan sekitar 400 truk masuk setiap hari. Pasokan ini membantu membuka kembali toko roti dan rumah sakit serta memungkinkan keluarga yang mengungsi pulang ke rumah.
Serangan udara dijeda dan organisasi internasional bisa distribusikan makanan serta obat-obatan lebih bebas. Kepercayaan mulai terbangun dan membuka jalan untuk fase berikutnya.
Fase Kedua Penarikan Lebih Jauh
Pasukan Israel menarik diri lebih jauh dan hanya menguasai 40% wilayah Gaza. Hamas melepaskan 28 sandera Israel yang masih hidup sementara Israel membebaskan sekitar 1.000 tahanan Palestina tambahan.
Banyak dari tahanan yang dibebaskan adalah mereka yang ditahan setelah serangan 7 Oktober. Reformasi politik mulai dilakukan dengan pemerintahan Gaza beralih sementara ke kelompok teknokrat.
Kelompok teknokrat didukung komunitas internasional untuk pastikan pemerintahan yang adil dan netral. Fokus pekerjaan semakin ke pembangunan kembali infrastruktur dasar seperti listrik, air, dan kondisi hidup aman.