Indonesia Kuasai 42 Persen Cadangan Nikel Dunia dengan 55 Juta Metrik Ton!
- Bisnis
Cianjur – Nikel adalah logam keras berwarna putih keperakan yang tahan korosi dan mampu menahan suhu tinggi. Logam ini ditemukan tahun 1751 oleh Axel Fredrik Cronstedt dan kini menjadi komoditas paling diperebutkan dunia.
Di era transisi energi hijau, nikel berubah dari sekadar bahan baku baja jadi elemen vital. Kebutuhan akan nikel melonjak tajam seiring permintaan kendaraan listrik dan teknologi bersih lainnya.
Dirangkum dari channel YouTube INVOICE INDONESIA, nikel kini krusial untuk baterai kendaraan listrik. Negara dengan cadangan nikel besar mendapat posisi tawar tinggi dalam percaturan ekonomi global.
Berdasarkan data United States Geological Survey atau USGS, ada 10 negara pemegang cadangan nikel terbesar. Negara-negara ini adalah Indonesia, Australia, Brasil, Rusia, Kaledonia Baru, Kuba, Filipina, China, Kanada, dan Amerika Serikat.
Posisi 10 hingga 6 Dunia
Amerika Serikat peringkat 10 dengan cadangan 0,3 juta metrik ton atau 0,2-0,3% cadangan global. Satu-satunya tambang adalah Eagle Mine di Michigan dengan produksi 17 ribu ton per tahun.
Kanada posisi 9 dengan cadangan 2,2 juta metrik ton atau 2% cadangan dunia. Deposit nikel sulfida di Sudbury dan Thompson Belt menghasilkan nikel kelas 1 ideal untuk industri baterai.
China peringkat 8 dengan cadangan 4,2 juta metrik ton atau 3% cadangan global. Meski produsen besar, China juga konsumen utama karena kebutuhan industri melebihi produksi domestiknya.
Filipina posisi 7 dengan cadangan 4,8 juta metrik ton atau 4% cadangan global. Tahun 2023 sempat jadi produsen terbesar kedua dunia dengan produksi 330 ribu metrik ton per tahun.
Kuba peringkat 6 dengan cadangan 5,5 juta metrik ton atau 4-5% cadangan global. Produksi saat ini 49.000 ton per tahun namun terhambat embargo AS sejak 1960-an.
Peringkat 5 hingga 1 Dunia
Kaledonia Baru posisi 5 dengan cadangan 7,1 juta metrik ton atau 6-7% cadangan global. Wilayah Perancis ini memiliki deposit laterit berkualitas tinggi di Prony, Kouaoua, dan Thio.
Rusia peringkat 4 dengan cadangan 8,3 juta metrik ton atau 7% cadangan global. Mayoritas sumber daya terletak di Norilsk dengan deposit sulfida kaya tembaga dan platinum.
Brasil posisi 3 dengan cadangan 16 juta metrik ton atau 12-17% total cadangan dunia. Wilayah Goias seperti tambang Onca Puma memiliki potensi besar sebagai kekuatan mineral kritis.