Indonesia Siap Beli Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dengan Dana 7 Triliun!
- Youtube
Cianjur – Indonesia resmi memberi lampu hijau untuk membeli kapal induk pertamanya. Pemerintah menyiapkan dana fantastis sekitar 7 triliun rupiah untuk mewujudkan ambisi maritim terbesar TNI AL.
Kapal induk yang jadi incaran adalah Giuseppe Garibaldi milik Italia. Kapal legendaris ini sudah empat dekade menjadi ikon kekuatan laut Italia di berbagai misi internasional.
Dirangkum dari channel YouTube Auto Populer ID, pembelian ini bukan sekadar prestise. Ini bagian dari strategi besar modernisasi maritim dalam kerangka Minimum Essential Force atau MEF.
Langkah ini akan membuat Indonesia sejajar dengan kekuatan laut top Asia seperti Jepang dan Korea Selatan. Keputusan ini mengubah arah pertahanan nasional menuju era baru di kawasan Indo-Pasifik.
Spesifikasi Teknis Giuseppe Garibaldi
Kapal induk ini memiliki panjang 180,2 meter dengan lebar 33,4 meter. Bobot penuhnya mencapai 14.150 ton setelah modernisasi terakhir dilakukan.
Sistem propulsinya menggunakan empat turbin gas General Electric LM2500. Total tenaga mencapai 80.000 tenaga kuda dengan kecepatan maksimum 30 knot atau 56 km per jam.
Jangkauan operasionalnya mencapai 7.000 mil laut tanpa pengisian ulang. Cukup untuk patroli lintas Samudera Hindia dan wilayah strategis lainnya.
Kapal ini dioperasikan oleh 830 personil yang terdiri dari awak kapal, kru udara, dan staf komando. Mampu membawa hingga 18 unit pesawat udara termasuk helikopter dan drone pengintai.
Fungsi untuk Indonesia
Garibaldi dirancang untuk operasi militer selain perang atau OMSP. Fungsinya meliputi patroli maritim, pengintaian anti kapal selam, hingga misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Kapal ini akan difungsikan sebagai kapal induk helikopter dan drone, bukan pangkalan jet tempur berat. Konsep ini sesuai dengan kebutuhan Indonesia yang sering menghadapi bencana alam dan misi SAR.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Biaya perawatan kapal induk sangat besar dan berkelanjutan. Modernisasi sistem navigasi, radar, dan persenjataan memerlukan anggaran jangka panjang yang konsisten.
Indonesia harus belajar dari Thailand dengan kapal induk HTMS Chakri Naruebet. Kapal itu kini hanya jadi kapal seremonial karena minim dukungan anggaran dan infrastruktur.
Kunci suksesnya ada pada tiga hal yaitu komitmen anggaran, armada udara pendukung, dan infrastruktur pemeliharaan terintegrasi. TNI AL menargetkan memiliki empat kapal induk helikopter amphibi dalam dua dekade mendatang.