Indonesia Diam-diam Bangun Armada Drone Tempur, TNI Makin Canggih!

Armada drone tempur TNI 2025
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Kekuatan militer modern bukan cuma diukur dari jumlah jet tempur atau kapal perang saja. Tapi dari seberapa canggih drone yang mereka punya untuk operasi tanpa awak. Indonesia ternyata diam-diam udah punya banyak banget jenis drone militer dari udara sampai bawah laut.

img_title Jabar-Selangor Perkuat Kolaborasi Bisnis, SIBS ASEAN 2026 Resmi Dibuka di Bandu

Drone militer punya peran vital dalam pertahanan modern karena bisa melakukan misi berbahaya tanpa risiko nyawa pilot. TNI sekarang punya berbagai jenis drone mulai dari drone intai, drone tempur, sampai yang bisa menyelam layaknya kapal selam otonom.

Armada drone TNI terus berkembang pesat seiring program modernisasi alutsista yang gencar dilakukan.

img_title Senjata Buatan Indonesia Dulu Ditertawakan, Kini Dipesan Negara Lain!

Investasi besar-besaran dalam teknologi drone menunjukkan TNI sedang bertransformasi jadi lebih modern dan efektif. Beberapa drone bahkan diproduksi langsung oleh PT Dirgantara Indonesia yang membuktikan kemandirian industri pertahanan nasional.

Ini jadi langkah strategis Indonesia masuk ke era perang tanpa awak yang makin mendominasi pertempuran modern.

img_title Indonesia Minati JF-17 dan Tank Al-Khalid Pakistan, Bagaimana Strategi Modernisasi Alutsista TNI!

Dirangkum dari channel YouTube KS Project, berikut armada drone tempur TNI yang bikin kagum. Dari drone intai seperti ANKA-S sampai drone tempur Bayraktar TB-3 yang canggih. Mari kita bedah satu per satu kekuatan udara rahasia TNI yang diam-diam dibangun ini.

Drone Intai TNI dari Udara

Yang paling baru dan canggih adalah ANKA-S buatan Turki yang masuk kategori MALE dengan kemampuan terbang jarak jauh. Indonesia memesan 12 unit ANKA-S lengkap dengan stasiun kendali darat dan pelatihan operator untuk mengintai perbatasan dan patroli laut.

TNI AL juga memakai ScanEagle drone kecil buatan Boeing yang diluncurkan dari kapal perang untuk patroli maritim jarak dekat. Ada juga CH-4 Rainbow buatan China yang punya dua versi yaitu pengintai dan bersenjata yang sempat tampil di pawai militer TNI.

Drone Tempur UCAV Indonesia

Indonesia sudah masuk era drone tempur atau UCAV dengan memesan Bayraktar TB-3 sebanyak 60 unit dari Turki. TB-3 ini game changer karena sayapnya bisa dilipat dan bisa lepas landas dari kapal induk seperti Giuseppe Garibaldi milik TNI AL.

Ada juga Bayraktar Akinci drone kelas berat yang bisa membawa bom pintar dan rudal dengan 9 unit dipesan TNI. Drone ini bisa terbang sampai ketinggian 12 ribu meter dan bertahan lebih dari 24 jam untuk serangan strategis jarak jauh.

Halaman Selanjutnya
img_title