Fakta Teknologi Iron Dome Tameng Udara Canggih yang Bikin Roket Gagal Total!

Fakta Iron Dome
Sumber :
  • Pinterest.com

Cianjur – Dari banyaknya konflik di beberapa negara kita sering mendengar "Iron Dome" senjata andalan yang digunakan untuk menghalang puluhan rudal. Artikel berikut akan menyiapkan beberapa fakta dari senjata tameng satu ini.

img_title Daftar 7 Tank Tempur dengan Teknologi Canggih Rusia yang Bikin Negara Lain Gigit Jari!

Sebuah teknologi yang dikembangkan oleh Israel sejak tahun 2005 lewat kerja sama dua lembaga besar yaitu Rafael Advanced Defense Systems dan Israel Aerospace Industries.

Di sisi lain Iron Dome bukan sekadar nama keren yang terdengar seperti judul film superhero. Sistem pertahanan udara ini benar-benar berfungsi seperti kubah besi yang melindungi wilayah dari serangan roket dan misil.

img_title Deretan Jet Tempur Legendaris Iran yang Masih Terbang Hingga Kini, Ada yang dari Amerika!

Dalam dunia teknologi militer, Iron Dome jadi simbol kecanggihan yang sulit ditandingi. Namun, apakah teknologi ini juga memiliki sebuah kelemahan? yuk langsung simak deretan faktanya!

Fungsi dan Biaya Pembuatan

img_title Pesawat Bomber Legendaris B-25 Mitchell yang Ubah Jalan Perang Dunia 2

Teknologi Iron Dome punya kemampuan luar biasa dalam membaca arah serangan. Begitu radar mendeteksi roket yang meluncur, sistem langsung menghitung kecepatan dan lintasannya. Hanya dalam waktu kurang dari 10 detik, sistem ini sudah tahu apakah roket akan mengenai daerah berbahaya atau tidak.

Kalau roket dianggap mengancam, pusat kendali langsung perintahkan peluncur untuk menembakkan rudal pencegat. Rudal tersebut akan meledak saat mendekati target, biasanya dalam jarak kurang dari dua meter. Jadi sebelum roket musuh sempat menyentuh tanah, Iron Dome sudah menghancurkannya di udara. Cepat, presisi, dan efisien.

Mendengar fungsi di atas tentu ada harga yang harus di bayar. Pembuatan Iron Dome sendiri tidak murah sama sekali. Biaya pengembangannya mencapai sekitar 205 juta dolar AS atau sekitar 2,9 triliun rupiah.

Bahkan untuk satu baterai sistem saja, harganya bisa mencapai 718 miliar rupiah. Tapi harga itu sebanding dengan kemampuannya yang bisa menangkis 90% lebih serangan udara.

Kehebatan ini membuat banyak negara tertarik untuk memiliki sistem serupa. Sayangnya, karena harga dan teknologi yang sangat kompleks, Iron Dome belum dijual secara luas. Hanya Israel dan Singapura yang saat ini secara resmi mengoperasikannya.

Cara Kerjanya Seperti Tim Hebat

Iron Dome bekerja dalam tiga tahap utama, layaknya kerja sama tim yang rapi dan cepat. Pertama, radar akan mendeteksi ancaman dari udara, mencatat arah, kecepatan, dan posisi misil. Setelah itu, pusat kendali akan memutuskan apakah roket tersebut berpotensi membahayakan area penting.

Halaman Selanjutnya
img_title