Begini Cara Kerja Roket Rudal yang Bisa Terbang Hingga Ribuan Kilometer!
- Youtube
Cianjur – Rudal antikapal, rudal udara ke udara, rudal darat ke udara, artileri roket hingga rudal balistik semuanya menggunakan mesin pendorong berupa roket yang kuat.
Roket merupakan mesin pendorong yang banyak digunakan terutama dalam militer dan misi luar angkasa untuk berbagai keperluan penting dan strategis bagi negara.
Prinsip cara kerja roket sebenarnya sangat sederhana namun teknologinya tidak sesederhana roket kembang api yang sering kita lihat setiap perayaan.
Dibutuhkan desain yang kompleks dan teknologi tinggi untuk membuatnya sehingga hanya beberapa negara yang mampu membuat roket untuk pendorong rudal balistik jarak jauh.
Dirangkum dari channel YouTube Lycma Mil-Tech, bahkan perusahaan berpengalaman seperti SpaceX seringkali mengalami kegagalan ketika membuat roket tipe baru. Tidak jarang roket model baru ini meledak di udara saat uji coba karena tingkat kesulitan teknologi yang sangat tinggi dan kompleks sekali untuk dikuasai.
Cara kerja roket memanfaatkan Hukum Newton ketiga yang menyatakan untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah dengan aksi tersebut.
Roket menyemburkan gas hasil pembakaran ke belakang dan akibat aksi ini timbul reaksi yakni gaya dorong ke depan yang sangat kuat untuk mendorong badan roket.
Propelan Roket Padat
Propelan roket merupakan campuran bahan bakar dan oksidator yang menjadi sumber tenaga untuk mendorong roket melaju dengan kecepatan tinggi sekali.
Berdasarkan jenis tipe propelannya, roket dibagi menjadi dua yakni roket dengan propelan padat dan roket dengan propelan cair yang berbeda karakteristiknya.
Propelan padat merupakan bahan campuran yang di dalamnya terdiri dari bahan bakar dan oksidator yang dicampur menjadi satu dalam bentuk padat.
Roket sederhana untuk kembang api, propelan yang umum digunakan adalah gun powder atau black powder yang merupakan campuran dari karbon, belerang, dan potasium nitrat.
Untuk persenjataan militer, bahan bakar yang umum digunakan adalah serbuk aluminium yang kadang diberi tambahan peledak seperti RDX atau HMX yang sangat kuat.
Sebagai oksidatornya juga bermacam-macam misalnya amonium nitrat, potasium nitrat, atau amonium perklorat yang dicampur dengan bahan bakar komposit membentuk propelan roket modern.