TNI Perkenalkan Seragam Loreng Baru Pengganti Malvinas Setelah 40 Tahun!
- TNI
Cianjur – Dalam peringatan HUT TNI ke-80, TNI memperkenalkan seragam loreng TNI sebagai PDL baru untuk seluruh matra. Seragam ini menggantikan loreng DPM atau Malvinas yang sudah digunakan lebih dari 40 tahun lamanya.
TNI telah menggunakan banyak variasi loreng seperti loreng tutul dari M1942 Amerika Serikat. Pasukan elit seperti Kopassus memiliki loreng darah mengalir, sedangkan Marinir menggunakan loreng pola sapuan kuas.
Dirangkum dari channel YouTube Lycma Mil-Tech, tahun 1982 TNI mulai menggunakan corak DPM yang digunakan Inggris. Corak tersebut dikenal sebutan loreng Malvinas karena Inggris menggunakannya dalam Perang Falkland yang terkenal itu.
Tahun 1984, Panglima ABRI Jenderal LB Moerdani memerintahkan penyeragaman loreng seluruh matra TNI menggunakan corak tersebut secara resmi. Corak DPM menjadi loreng resmi TNI selama puluhan tahun hingga diganti yang baru tahun 2025 ini.
Alasan Perubahan Loreng
Loreng baru ini memiliki empat warna yaitu hijau, coklat tua, coklat muda, dan krem yang cenderung putih untuk berbagai medan. Warna hijau lebih lembut dan pudar, tidak seperti hijau DPM yang sangat mencolok dan mudah terlihat musuh.
Loreng Malvinas dengan dominan warna hijau dirancang untuk hutan, namun tidak seluruh wilayah Indonesia merupakan hutan lebat hijau. Dalam latihan bersama Amerika Serikat dan Australia, kamuflase tentara luar justru lebih menyatu dengan lingkungan sekitar Indonesia.
Tentara Indonesia justru tampak mencolok karena warna hijau yang terlalu terang pada seragam loreng TNI yang lama. Desain loreng baru ini kemungkinan terinspirasi dari corak multicam yang digunakan Amerika dan beberapa negara lain di dunia.
Konsep Multicam
Multicam dikembangkan oleh Crye Precision bersama Angkatan Darat Amerika untuk berbagai medan tempur yang berbeda-beda kondisinya. Corak ini dirancang agar sesuai dengan hutan, padang rumput, gurun pasir, dan perkotaan tanpa perlu ganti loreng khusus.
Prinsip kerja multicam didasarkan pada cara mata dan otak manusia mempersepsikan ukuran, warna, dan bentuk objek yang dilihatnya. Desain multicam membuat pengamat seolah-olah melihat pola kamuflase ini sebagai bagian dari background di sekitarnya dengan sangat efektif.