Kenapa Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah di Asia Tenggara Saat Ini?

Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah di Asia Tenggara
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Masyarakat Indonesia tanpa sadar sebenarnya menyimpan aset dan hasil kerja kerasnya di salah satu bentuk aset terlemah di Asia Tenggara. Aset itu adalah mata uang rupiah yang terus mengalami pelemahan nilai tukar terhadap mata uang asing dalam 10 tahun terakhir.

img_title 5 Negara dengan Pesawat Patroli Maritim Terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia Juaranya!

Kira-kira 10 tahun yang lalu nilai tukar dolar masih di kisaran Rp9.000-an per dolar Amerika. Sekarang di tahun 2025, satu dolar sudah sampai Rp16.000-an bahkan sempat nyaris Rp17.000 yang sangat mengkhawatirkan.

Dirangkum dari channel YouTube Ngomongin Uang yang tayang pada tahun 2025, dalam 10 tahun daya beli rupiah terhadap barang luar negeri khususnya dari Amerika melemah sampai sepertiganya. 

img_title Vietnam Juara, Ini 5 Negara Asia Tenggara Dengan Personil Militer Terbesar!

Bahkan ada beberapa mata uang Asia Tenggara yang berhasil menguat dibanding US dolar seperti baht Thailand, dolar Singapura, dan dolar Brunei.

Lebih mirisnya lagi kalau dibandingkan langsung dengan ringgit Malaysia, baht Thailand, atau dong Vietnam, nilai tukar rupiah juga melemah terhadap mata uang negara ASEAN lain.

img_title TNI Makin Ganas dengan Senjata MLRS Canggih, Begini Kekuatan Dahsyatnya!

Penyebab Pelemahan Rupiah

Tiap tahun rupiah kehilangan daya beli sekitar 3% terhadap dolar Amerika ditambah inflasi domestik rata-rata 3% per tahun. Real value rupiah terhadap barang impor bisa turun 6% setiap tahun yang sangat merugikan masyarakat Indonesia.

Bayangkan Rp100 juta yang disimpan di tahun 2015, nilainya sekarang kalau dikonversi ke dolar cuma setara Rp68 juta untuk barang impor. Kalau cuma menyimpan aset dalam bentuk rupiah, bisa dibilang sudah rugi besar karena daya beli terus melemah setiap tahun.

Kuat atau lemahnya nilai tukar rupiah ditentukan dari seberapa banyak orang yang membutuhkan atau mau pakai mata uang rupiah. 

Tiga Faktor Utama Pelemahan

Pertama, dari sisi investasi asing yang banyak kapok masuk Indonesia karena berbagai hambatan birokrasi dan ormas.

Contoh terbaru adalah BYD yang sempat berencana bangun pabrik di Jawa Barat tapi akhirnya pindah ke Malaysia karena masalah lahan.

Kedua, dari sisi ekspor Indonesia yang 90,9% transaksinya masih pakai US dolar bukan rupiah. Yang pakai rupiah langsung cuma 2,4 miliar dolar atau sekitar 1,7% saja dari total ekspor Indonesia yang sangat kecil.

Halaman Selanjutnya
img_title