Putin Bisa Berkuasa Lebih dari 24 Tahun di Rusia, Kok Bisa?
- Youtube
Cianjur – Pada tanggal 18 Maret 2024 lalu, Vladimir Putin memenangkan kembali Pemilu Presiden Rusia untuk kelima kalinya. Putin memenangkan pemilu dengan perolehan 87% dari total suara dan merintis jalan untuk memimpin Rusia setidaknya sampai tahun 2036.
Dalam sejarah lama berkuasa di negaranya, Putin hanya kalah beberapa tahun dari Joseph Stalin. Hanya hitungan tahun untuk Putin bisa melewatinya jika kesehatan dan umur sedikit lebih panjang untuk melampaui rekor Stalin.
Dirangkum dari channel YouTube Kamar Film, masyarakat dunia mempertanyakan bagaimana kekuasaan Putin bisa sekuat itu mencengkeram Rusia.
Putin barangkali percaya bahwa hanya kematian yang bisa menghentikan kekuasaannya dan baru rakyat Rusia bisa memikirkan siapa sosok penggantinya.
Awal Karir Putin
Pada tahun 1991, Uni Soviet bubar dan pecah menjadi beberapa negara termasuk Federasi Rusia yang dipimpin Boris Yeltsin.
Pada 9 Agustus 1999, Yeltsin yang sedang sakit memecat perdana menterinya dan menggantinya dengan anak didik berusia 46 tahun bernama Vladimir Putin.
Putin memulai karir sebagai pegawai intelijen KGB usai lulus kuliah hukum di Leningrad State University tahun 1975. Putin ditugaskan ke Dresden Jerman Timur dan berkedok sebagai penerjemah selama 5 tahun dari 1985 hingga 1990.
Pada tahun 1996, karir Putin meningkat dan berpindah ke Moskow bekerja di Kremlin menempati berbagai posisi penting.
Pada 31 Desember 1999, Yeltsin secara mendadak mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden yang mengejutkan banyak pihak.
Strategi Merebut Kekuasaan
Sesuai konstitusi Rusia, Putin yang saat itu menjadi perdana menteri otomatis naik menggantikan Yeltsin sebagai pelaksana tugas presiden.
Putin mencuri perhatian publik bertepatan dengan meletusnya Perang Chechnya dan tampil vokal menyalahkan kelompok Chechnya atas pemboman gedung.
Kemunculan Putin secara publik membuat narasi pemberontakan Chechnya membuat sosoknya dinilai heroik dan popularitas meroket. Pada 26 Maret 2000, Putin berhasil memenangkan pemilu dengan sekali putaran dengan raihan 53% suara yang telak.
Tiga bulan setelah Putin berkuasa, Putin langsung mengambil alih kendali media dengan menutup stasiun televisi independen NTV.
Beberapa media disergap dan laporan berita disortir pemerintah yang menjadi momen mengejutkan kaum oligarki Rusia dan orang lama Kremlin.