Tanpa Jet Tempur Tapi Aman Sentosa, Ini Rahasia Pertahanan Negara Kecil di Dunia yang Bikin Penasaran
- id.pinterest.com
Cianjur – Di dunia ini, beberapa negara memilih jalan praktis untuk pertahanan. Mereka mengandalkan perjanjian dengan negara tetangga yang lebih kuat.
Monaco dilindungi Prancis, Vatikan oleh Italia, sementara Palau mengandalkan AS. Cara ini ternyata jauh lebih hemat biaya. Sebab, merawat armada jet tempur membutuhkan anggaran sangat besar.
Ada juga negara yang dulu punya, tapi akhirnya pensiunkan. Selandia Baru menghentikan operasi A-4 Skyhawk sejak 2001. Papua Nugini hanya mengoperasikan CN-235 untuk angkut ringan yang dirawat PT Dirgantara Indonesia.
Peringkat Kekuatan Udara Asia Tenggara
Dalam hal jumlah jet tempur, berikut peringkat Asia Tenggara:
1. Singapura – 100 Unit
Terbanyak di kawasan dengan armada F-15 dan F-16. Investasi besar dalam teknologi pertahanan udara membuat Singapura disegani.
2. Thailand – 92 Unit
Termasuk F-5TH Super Tigris yang dimodernisasi. Thailand punya tradisi panjang dalam pengembangan angkatan udara.
3. Indonesia – 89 Unit
Terdiri dari T-50i Golden Eagle dan Hawk 109. Pesawat latih-tempur ini memperkuat kemampuan pilot TNI AU.
4. Vietnam
Mengandalkan Su-22, Su-27, dan Su-30 dari Rusia. Vietnam terus modernisasi untuk menghadapi tantangan regional.
Raja Jet Tempur Dunia
Di panggung global, F-16 Fighting Falcon dari AS jadi jawara. Lebih dari 2.000 unit masih aktif beroperasi di berbagai negara. F-16 terbukti andal, mudah dirawat, dan terus diupgrade.
Disusul keluarga Su-27 (Su-30/35) dari Rusia yang tangguh. F-15 Eagle, F/A-18 Hornet, dan MiG-29 Fulcrum juga masih populer. Pendatang baru F-35 Lightning II langsung masuk top 6 dengan pesanan yang melonjak tajam.
Untuk pesawat angkut militer, C-130 Hercules mendominasi dengan lebih dari 800 unit. C-295/CN-235 hasil kolaborasi Spanyol-Indonesia juga laris manis. Helikopter UH-60 Black Hawk ada sekitar 4.000 unit tersebar di dunia.