Pohon Parasit yang Jadi Rebutan Dunia Sampai Hampir Punah, Apa Itu?

Pohon cendana
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Cendana atau sandalwood adalah salah satu tumbuhan parasit yang sangat terkenal di dunia sejak ribuan tahun lalu. Menariknya, meskipun parasit, pohon cendana telah menjadi bagian dari ritual suci, mahkota bangsawan, dan aroma favorit.

img_title Mengungkap Makna Garuda Pancasila dan Fakta Menarik di Baliknya, Benarkah Terinspirasi dari Kisah Mitologi Hindu?

Kemegahan dan keharuman kayu cendana membawa mereka menjadi komoditas perdagangan penting dalam sejarah. Tumbuhan ini dikenal karena aromanya yang menenangkan, kayu yang berharga, dan sifat biologisnya yang luar biasa.

Dirangkum dari channel YouTube Alam Semenit, pohon cendana bernama ilmiah Santalum album merupakan tumbuhan hemiparasit. Hemiparasit adalah sifat tumbuhan yang bisa berfotosintesis seperti tumbuhan biasa namun tidak dapat hidup mandiri.

img_title Jepang Terancam Punah, Desa-Desa Kosong Melompong Karena Ditinggalkan Penduduk

Di pandangan beberapa orang, pohon cendana adalah paradoks alam yang menarik untuk dipelajari. Organisme parasit ini bergantung pada organisme lain untuk bertahan hidup, namun berakhir dieksploitasi hingga terancam punah.

Sifat Hemiparasit yang Unik

img_title Tolak SPP Sekolah Negeri, Ono Surono Dorong APBD Tuntaskan Fasilitas Pendidikan

Pohon cendana memiliki akar khusus bernama haustoria yang menancap ke akar tumbuhan inang. Haustoria ini menyerap air, mineral, dan nutrisi penting dari tumbuhan inang untuk kelangsungan hidupnya.

Adaptasi ini memungkinkan pohon cendana bertahan di lingkungan kering dengan memanfaatkan tumbuhan inangnya. Cendana tidak langsung membunuh inangnya, tapi dapat mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan inang secara signifikan.

Pohon inang yang sering ditumpangi adalah akasia, pacar China, atau pohon besar bercabang banyak. Keragaman inang menunjukkan adaptasi luar biasa pohon cendana untuk bertahan di lingkungan sulit.

Sejarah Perdagangan Cendana

Secara historis, pohon cendana berasal dari wilayah kering India bagian selatan dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam teks Veda kuno, cendana disebut bahan penting untuk ritual keagamaan seperti bahan dupa dan tilaka.

Pada abad kelima sebelum Masehi, pedagang India membawa cendana ke peradaban Yunani dan Roma. Pada abad ke-14 hingga 15, pedagang Arab dan China menemukan pohon cendana besar di Pulau Timor.

Penjelajah Eropa khususnya Portugis dan Belanda tiba di Timor pada abad ke-16 dan menguasai perdagangan. Eksploitasi besar-besaran menguras habis hutan alami cendana dan menyebabkan penurunan populasi drastis.

Pertumbuhan yang Sangat Lambat

Halaman Selanjutnya
img_title