Perang Rusia Ukraina Pecah Gara-gara Putin Takut NATO, Apa Dampaknya?
- Youtube
Cianjur – Perang Rusia dan Ukraina telah meletus dengan ribuan korban melayang dan gedung-gedung kebakaran. Serangan udara terus datang dan dunia was-was memantau perkembangan konflik ini. Tapi sebenarnya kenapa semua ini bisa terjadi dan apa hubungannya dengan NATO?
Banyak yang bertanya-tanya, apakah ini awal dari Perang Dunia Ketiga? Konflik ini ternyata nggak sesederhana yang kelihatan di permukaan. Ada latar belakang sejarah panjang yang bikin Putin nekad nyerang Ukraina meski dunia internasional menentang keras.
Para ahli udah berpendapat kalau konflik ini sebenarnya berpusat pada satu orang, yaitu Putin sang presiden Rusia. Tentang masa lalu dan juga warisannya yang pengen dia kembalikan lagi. Mimpi besarnya adalah mengembalikan kejayaan Uni Soviet yang dulu pernah jadi negara super besar.
Dirangkum dari channel YouTube Kok Bisa?, berikut kisah lengkap kenapa perang Rusia dan Ukraina bisa terjadi. Ada faktor sejarah, politik, dan ketakutan Putin terhadap ekspansi NATO yang jadi pemicunya. Dampaknya bahkan nyampe ke Indonesia meski kita nggak ikut perang langsung.
Akar Konflik dari Masa Lalu
Tahun 2021, Putin nerbitin tulisan tentang mimpinya yang cerita bagaimana Rusia dan Ukraina berasal dari akar kebudayaan yang sama. Jadi menurut Putin, mereka itu ibarat saudara sebangsa apalagi dulu pernah gabung di negara super besar Uni Soviet. Dulu abis Perang Dunia Kedua, Uni Soviet itu ibarat raksasa yang ditakuti seluruh dunia.
Makanya negara-negara Barat bersatu bikin geng militer raksasa buat jadi penantangnya, namanya NATO. Kedua raksasa ini puluhan tahun perang dingin sampai akhirnya Uni Soviet pecah. Putin melihat perpecahan ini sebagai bencana besar dan mimpi buruknya semakin terwujud.
Ketakutan Putin terhadap NATO
Putin makin khawatir pas lihat negara-negara dekat Rusia seiring waktu ikut bergabung dengan NATO. Ukraina sendiri udah banyak penduduknya yang perlahan-lahan pengen gabung NATO juga. Waktu presiden Ukraina dulu ngejauh dari Barat dan justru deket sama Putin, rakyatnya malah kesel dan demo besar-besaran.
Ujungnya sang pemimpin dilengserkan dan Rusia mencaplok sebagian area Ukraina biar tetap punya pengaruh. Lima tahun kemudian, seseorang berlatar komedian bernama Volodymyr Zelensky jadi presiden Ukraina. Sejak itu, Ukraina justru makin deket lagi sama NATO dan bikin Putin makin nggak nyaman.