5 Negara ASEAN dengan Armada Helikopter Serang Terbanyak 2025, Indonesia Nomor Satu dengan Apache Guardian
- YouTube
Cianjur – Helikopter serang jadi aset militer yang sangat penting di Asia Tenggara. Wilayah dengan medan beragam seperti hutan lebat, pegunungan, dan kepulauan butuh helikopter serang. Kemampuannya melakukan serangan presisi dan dukungan tembakan jadi andalan setiap negara.
Di tahun 2025, ada lima negara ASEAN yang punya armada helikopter serang signifikan. Helikopter serang ini punya peran vital dalam operasi militer modern. Mulai dari perburuan tank sampai operasi penyergapan cepat di medan sulit.
Indonesia memimpin dengan jumlah helikopter serang terbanyak di kawasan. Tapi negara lain juga nggak mau ketinggalan dalam modernisasi alutsista. Yuk kita lihat peringkat lima negara ASEAN dengan armada helikopter serang terbesar!
5. Singapura dengan Apache Longbow
Singapura punya sekitar 19 unit helikopter serang AH-64D Apache Longbow. Helikopter serang buatan Amerika ini ditempatkan di 120 Squadron Sembawang Airbase. Meskipun jumlahnya paling sedikit, kualitas teknologinya sangat canggih dan modern.
Apache Longbow dilengkapi meriam kaliber 30 mm, roket Hydra 70, dan rudal AGM-114 Hellfire. Fitur radar Longbow memungkinkan deteksi target dalam kondisi cuaca buruk dan malam hari. Satu unit sempat hilang karena kecelakaan pada 2010 dari total pembelian 20 unit.
4. Thailand dengan Armada Beragam
Thailand memiliki beragam jenis helikopter serang dengan total lebih dari 20 unit. Ada 7 unit Bell AH-1F Cobra yang jadi helikopter serang klasik tapi masih andal. Plus 8 unit helikopter ringan AS550 C3 Fennec dari Airbus buat pengintaian bersenjata.
Thailand juga pesan 8 unit Boeing AH-6 Little Bird yang gesit dan mematikan. Helikopter serang ringan ini cocok banget buat operasi kontra-insurgensi di wilayah perbatasan. Dilengkapi rudal Hellfire dan roket yang siap tempur kapan saja.
3. Myanmar dengan Mil Mi-35
Myanmar mengoperasikan sekitar 24 unit Mil Mi-35 buatan Rusia. Helikopter serang dan angkut ini sangat tangguh buat operasi kontra pemberontakan. Mi-35 bisa membawa hingga 8 pasukan sekaligus berfungsi sebagai helikopter serang.
Dilengkapi meriam 23 mm, roket tak berpemandu, dan rudal anti-tank yang mematikan. Meski beberapa unit pernah jatuh dalam konflik internal, armada ini tetap jadi andalan. Helikopter serang Myanmar memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan.