Berbagai Teori Asal Usul Suku Jawa, Datang Dari Yunan hingga Pribumi Asli
- Youtube
Cianjur – Tahukah kamu suku terbesar di Indonesia ternyata punya asal usul yang masih diperdebatkan? Suku Jawa dengan populasi 95 juta jiwa atau 40% penduduk Indonesia memiliki beberapa teori berbeda.
Belum ada kesepakatan pasti dari para sejarawan tentang asal mula suku ini. Ada yang bilang dari India, Tiongkok, Turki, bahkan ada yang yakin mereka pribumi asli Indonesia.
Informasi berbagai teori asal usul Suku Jawa ini dilansir dari Channel Youtube Catatan Media.
Teori dari Berbagai Sumber Sejarah
Suku Jawa tersebar di Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat. Mereka juga dapat ditemui di hampir semua provinsi Indonesia bahkan mancanegara.
Menurut sensus 2010, Suku Jawa berjumlah sekitar 95 juta jiwa di Indonesia. Suku ini juga merupakan kelompok etnis terbesar keempat di dunia dalam umat Islam.
Sejarah panjang Suku Jawa sejalan dengan perkembangan agama Hindu dan Buddha. Pada masa keemasan, mayoritas orang Jawa menganut kedua agama tersebut.
Kerajaan Majapahit sebagai kerajaan Hindu terbesar berasal dari Jawa. Candi Borobudur juga menjadi ikon peninggalan kejayaan Buddha di tanah Jawa.
Perkembangan selanjutnya terjadi saat penyebaran Islam melalui Kerajaan Demak. Mayoritas Suku Jawa kini memeluk Islam namun masih ada yang menganut agama lain.
Versi Babad Tanah Jawa
Babad Tanah Jawa adalah sumber sejarah lisan dalam bahasa Jawa kuno. Menurut versi ini, Suku Jawa berasal dari Kerajaan Keling di India Selatan.
Kerajaan Keling mengalami kekacauan akibat perebutan kekuasaan pada zaman dahulu. Salah satu pangeran berhasil melarikan diri bersama pengikutnya yang setia.
Mereka mengembara ke berbagai tempat hingga menemukan pulau terpencil tak berpenghuni. Pulau itu adalah Pulau Jawa yang kemudian mereka jadikan rumah baru.
Pangeran dan pengikutnya mendirikan kerajaan bernama Japas Cekwara. Mereka inilah yang dianggap sebagai nenek moyang Suku Jawa menurut Babad Tanah Jawa.
Teori Yunan dan Arkeologi
Teori Yunan dikemukakan Prof Dr Henry Kern dari Belanda tahun 1899. Beliau berpendapat Suku Jawa berasal dari keturunan orang Yunan di Tiongkok.
Profesor Kern menemukan kesamaan bahasa Jawa dengan bahasa Austronesia lainnya. Bahasa Jawa juga memiliki kesamaan dengan bahasa Yunan dalam kosakata tertentu.
Kata-kata seperti angka, warna, nama binatang, dan tumbuhan memiliki kemiripan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan sejarah antara kedua kelompok bahasa tersebut.
Sementara teori arkeologi berdasarkan penemuan fosil Pithecanthropus Erectus di Trinil. Fosil berusia 1,8 juta tahun ini ditemukan Eugene Dubois tahun 1891.
Berbagai teori asal usul Suku Jawa menunjukkan kompleksitas sejarah bangsa Indonesia. Meski belum ada kesepakatan pasti, keragaman versi ini justru memperkaya khazanah budaya dan sejarah kita.