Sering Dikaitkan Dengan Asal Usul Cianjur, Inilah Fakta Menarik Kerajaan Galuh di Tanah Sunda

Sejarah kerajaan galuh
Sumber :
  • Youtube

CianjurSejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara selalu menyimpan kisah yang menarik untuk ditelusuri. Salah satunya adalah Kerajaan Galuh, kerajaan Sunda yang memiliki perjalanan panjang dari masa Hindu, Islam, hingga kolonial Belanda.

img_title Ono Surono Tegaskan Isu Ganti Nama Jawa Barat Bukan Inisiatif DPRD

Letaknya yang strategis di Jawa Barat menjadikannya pusat pemerintahan yang penting pada masanya. Dari naskah kuno Carita Parahyangan, kita bisa mengetahui bagaimana Galuh lahir, berkembang, hingga mengalami perubahan status di bawah kekuasaan lain.

 

img_title DPD PDI Perjuangan Jabar Seleksi 214 Pemain Muda untuk Soekarno Cup 2026

Kerajaan Galuh, Penerus Tarumanegara

Kerajaan Galuh berdiri setelah melemahnya Tarumanegara pada abad ke-7 Masehi. Letaknya di antara Sungai Citarum hingga Kali Brebes, menjadikannya pusat peradaban di Jawa Barat bagian timur.

img_title Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

Catatan dalam Naskah Carita Parahyangan

Sejarah Galuh tercatat dalam naskah Carita Parahyangan yang ditulis pada abad ke-16. Dari sana diketahui bahwa tokoh awal Galuh adalah Retikan Dayun yang memerintah bersama keturunannya.

Galuh Sebagai Kerajaan Mandiri

Awalnya, Galuh merupakan bawahan Tarumanegara, namun kemudian berdiri sebagai kerajaan mandiri. Hal ini dipicu setelah Tarusbawa memindahkan pusat kekuasaan ke Sunda Pura.

Peran Tokoh Pucuk Umun

Pucuk Umun menjadi tokoh penting dalam sejarah Galuh karena dekat dengan ajaran Islam. Namun ia menolak menjadi pemimpin Islam karena enggan memerangi Pajajaran yang masih leluhurnya.

Raja Terakhir yang Beragama Hindu

Prabu Cipta Sanghyang Permana menjadi raja terakhir Galuh yang beragama Hindu. Setelah itu, pengaruh Islam semakin kuat melalui hubungan dengan Cirebon.

Galuh di Bawah Cirebon dan Mataram

Seiring melemahnya kerajaan, Galuh akhirnya masuk dalam pengaruh Cirebon. Pada awal abad ke-17, Mataram mengambil alih dan mengubah gelar raja menjadi adipati atau bupati.

Masa Tanam Paksa Kolonial Belanda

Pada abad ke-19, rakyat Galuh dipaksa menanam kopi dan nila dalam sistem tanam paksa. Kebijakan ini menimbulkan penderitaan rakyat dan meninggalkan jejak sejarah kelam.

Sosok Raden Adipati Arya Kusuma Diningrat

Bupati Galuh yang terkenal adalah Raden Adipati Arya Kusuma Diningrat yang memimpin dengan adil. Ia dikenal cerdas, menguasai huruf Latin, dan memimpin selama lebih dari 40 tahun.

Perubahan Sosial dan Budaya

Halaman Selanjutnya
img_title