Misteri Paku Tanah Jawa di Gunung Tidar, Benarkah Syekh Subakir Lawan Raja Jin?
Cianjur – Di tengah kota Magelang berdiri Gunung Tidar yang tingginya hanya 503 meter. Tapi jangan salah, gunung kecil ini menyimpan kisah tentang perjuangan ulama sakti melawan raja jin.
Konon, Pulau Jawa dulu seperti perahu yang terombang-ambing di lautan luas. Para dewa turun dari kahyangan dan menancapkan paku gaib untuk menstabilkan daratan Jawa.
Tempat itulah yang kemudian menjadi Gunung Tidar, sang "paku tanah Jawa". Namun, gunung ini juga menjadi sarang makhluk halus yang menghalangi masuknya Islam ke tanah Jawa.
Tantangan Dakwah Islam di Tanah Jawa
Sebelum Islam masuk, tanah Jawa dikuasai kekuatan gaib yang sangat kuat. Raja jin bernama Sabda Palon bersemayam di puncak Gunung Tidar selama 9.000 tahun.
Para ulama yang dikirim dari Arab berulang kali gagal menyebarkan Islam di Jawa. Mereka selalu mendapat halangan supernatural yang tidak bisa dijelaskan dengan akal biasa.
Makhluk halus penunggu Gunung Tidar memiliki ilmu kanuragan yang hebat. Siapa pun yang masuk ke area tersebut dipastikan akan meninggal atau hilang tanpa jejak.
Kondisi ini membuat penyebaran Islam hanya berkembang di lingkup sangat kecil. Masyarakat Jawa masih kuat memegang kepercayaan lama dengan tokoh-tokoh gaibnya.
Kedatangan Syekh Subakir
Khalifah Turki Utsmani akhirnya mengirim ulama istimewa bernama Syekh Subakir dari Persia. Beliau adalah ahli rukyah, ekologi, meteorologi, dan geofisika yang menguasai ilmu gaib.
Syekh Subakir langsung mengetahui penyebab kegagalan para ulama sebelumnya. Jin dan dedemit penunggu tanah Jawa memang sengaja menghalangi dakwah Islam.
Dengan kesaktiannya, Syekh Subakir menancapkan tombak pusaka bernama Kiai Panjang tepat di puncak Tidar. Tombak sakti ini mengeluarkan hawa panas yang menyiksa para lelembut.
Para jin dan setan lari tunggang langgang menyelamatkan diri dari panasnya tombak tersebut. Bahkan sebagian makhluk halus mati terbakar oleh pancaran kekuatan gaib.
Perundingan dengan Sabda Palon
Sang raja jin Sabdo Palon, akhirnya keluar mencari penyebab hawa panas yang mengganggu. Terjadi pertempuran sengit antara dia dengan Syekh Subakir selama 40 hari 40 malam.
Raja jin yang sudah 9.000 tahun berkuasa akhirnya merasa kewalahan menghadapi kesaktian ulama Persia. Sabda Palon menawarkan perundingan untuk mengakhiri pertempuran.