3 Daerah di Indonesia Tidak Pernah Dijajah Belanda, Pakai Kekuatan dan Diplomasi
- Youtube
Cianjur – Hampir seluruh Indonesia pernah merasakan pahitnya penjajahan Belanda selama ratusan tahun. Tapi ternyata ada tiga daerah yang tidak pernah dijajah kolonial Belanda.
Belanda menguasai Indonesia dengan taktik adu domba dan kekuatan militer yang superior. Namun, beberapa wilayah berhasil mempertahankan kemerdekaan mereka hingga Indonesia merdeka.
Bagaimana mungkin daerah-daerah kecil ini bisa bertahan menghadapi kekuatan kolonial terbesar di Asia Tenggara? Jawabannya terletak pada strategi diplomasi dan kekuatan lokal yang solid.
1. Pulau Buton
Kerajaan Buton di Sulawesi Tenggara menjadi satu-satunya wilayah Indonesia yang sama sekali tidak pernah dijajah bangsa asing. Bahkan penduduknya tidak pernah mengalami kerja paksa seperti romusha.
Letak strategis Pulau Buton di jalur perdagangan Maluku membuat Portugis dan Belanda lebih memilih berdagang daripada berperang. Kerajaan Buton menguasai perairan penting yang dibutuhkan pedagang Eropa untuk mengangkut rempah-rempah.
Sultan Buton sangat pandai bermain diplomasi dengan bangsa Eropa. Mereka menawarkan kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan tanpa harus menyerahkan kedaulatan.
Kekuatan maritim Kerajaan Buton juga tidak main-main dalam menguasai laut. Armada perang mereka cukup kuat untuk membuat Belanda berpikir dua kali sebelum menyerang.
2. Yogyakarta
Kesultanan Yogyakarta tidak pernah secara resmi dijajah Belanda meski berada di jantung Jawa. Status mereka sebagai vasal state membuat kedudukan sejajar dengan pemerintah Hindia Belanda.
Sultan Hamengkubuwono sangat cerdas memanfaatkan politik Belanda yang butuh legitimasi lokal. Mereka memberikan kerjasama terbatas tanpa menyerahkan kekuasaan penuh kepada kolonial.
Meski begitu, Belanda tetap melakukan tekanan politik dan ekonomi yang merugikan Yogyakarta. Namun secara hukum, Yogyakarta tetap merdeka dan punya hak mengatur urusan internal.
Ketika Indonesia merdeka, Sultan Hamengkubuwono IX langsung bergabung dengan sukarela. Amanat 5 September 1945 menjadi bukti komitmen Yogyakarta terhadap NKRI.
3. Surakarta
Kesunanan Surakarta juga berhasil mempertahankan status vasal state seperti Yogyakarta. Mereka mewarisi kekuatan politik dari Kerajaan Mataram Islam yang besar.
Posisi strategis Surakarta di tengah Jawa membuat Belanda harus berhati-hati dalam bertindak. Menyerang langsung bisa memicu pemberontakan besar-besaran di seluruh Jawa.