Kisah Laksamana Malahayati, Pahlawan Wanita Bergelar Panglima Laut Pertama di Dunia

Laksamana Malahayati
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Siapa sangka seorang perempuan dari Kesultanan Aceh bisa menjadi mimpi buruk armada kolonial Eropa? Laksamana Malahayati menjadi panglima laut wanita pertama di dunia

img_title Siapa Sangka, Ternyata Populasi Penduduk di 5 Negara Berikut ini Didominasi Oleh Perempuan

Pahlawan wanita asal Aceh ini tidak hanya mengusir Portugis tetapi berhasil membunuh komandan ekspedisi Belanda dengan tangannya sendiri.

Laksamana Malahayati lahir 1 Januari 1550 dengan nama asli Kumala Hayati dari keluarga berdarah biru angkatan laut Indonesia.

img_title 10 Tips Solo Traveling untuk Perempuan Agar tetap Aman, Nyaman, dan Seru!

Masa Muda dan Pendidikan Militer

Malahayati menghabiskan masa remaja di lingkungan istana Kesultanan Aceh dengan pendidikan terbaik. Ia mengikuti pendidikan di Akademi Militer Angkatan Laut yang dikenal sebagai Mahad Baitul Maqdis untuk belajar sejarah maritim.

img_title Rasio Penduduk Perempuan Tinggi! 5 Negara Ini Kekurangan Penduduk Pria, Siap Cari Jodoh?

Pendidikan militer membekali dengan ilmu strategi perang dan kemampuan memimpin pasukan dalam melawan kolonial. Pada usia 35 tahun Sultan Alauddin Riayat Syah mempercayakan Malahayati memimpin pengawal istana rahasia dengan kehormatan tinggi.

Tragedi Melahirkan Dendam

Suami Malahayati, Laksamana Tuanku Mahmuddin gugur dalam pertempuran melawan Portugis di perairan Teluk Haru tahun 1586. Kematian sang suami membakar api dendam dalam hati pahlawan wanita ini.

Sultan kemudian mengangkat Malahayati sebagai Laksamana, menjadikannya perempuan pertama di dunia menyandang pangkat tertinggi angkatan laut. Gelar diberikan sebagai pengakuan kemampuan dan kesetiaannya.

Perlawanan Pasukan Inong Bale

Malahayati membangun pasukan tempur elit bernama "Inong Bale" beranggotakan 2000 perempuan janda korban kolonial. Para janda ini adalah istri-istri prajurit yang gugur dengan semangat balas dendam.

Puncak kehebatan terjadi saat menghadapi dua bersaudara Belanda Cornelis dan Frederik de Houtman yang ingin menguasai Aceh.

Dalam pertempuran sengit Malahayati berhasil membunuh Cornelis de Houtman menggunakan rencong dengan tangannya sendiri sebagai pahlawan wanita Indonesia.