Benarkah Prabu Siliwangi Berubah Jadi Maung Putih di Hutan Sancang?
- Youtube
Cianjur – Pernahkah kamu mendengar kisah Prabu Siliwangi yang berubah jadi maung putih di hutan Sancang? Cerita ini sudah mengakar kuat dalam budaya Sunda selama ratusan tahun.
Simbol maung memang sudah melekat erat dengan identitas. Mulai dari nama tempat seperti Cimacan hingga julukan tim sepak bola Maung Bandung. Bahkan lambang Kodam III Siliwangi juga menggunakan simbol harimau.
Legenda Prabu Siliwangi yang berubah menjadi maung putih berawal dari keputusannya untuk ngahiang atau menghilang secara gaib. Sang prabu memilih jalan damai ketimbang berperang melawan keturunannya sendiri yang sudah memeluk Islam.
Wangsit yang berbunyi "lamun aing geus euweuh, marengan sira tuh deuleu tingkah polah maung" menjadi dasar kepercayaan masyarakat Sunda.
Penelusuran Sejarah
Para sejarawan tidak menemukan bukti kuat yang menghubungkan Kerajaan Pajajaran secara resmi dengan simbol harimau. Naskah-naskah Sunda kuno seperti Cerita Parahiangan dan Siksa Kandang Keresian juga tidak menyebutkan harimau sebagai lambang kerajaan.
Keruntuhan Pajajaran juga tidak terjadi pada masa Prabu Siliwangi. Kerajaan ini baru benar-benar runtuh pada tahun 1579 Masehi, sekitar 58 tahun setelah Prabu Siliwangi wafat.
Prabu Ragam Mulia, raja terakhir Pajajaran, gugur dalam pertempuran melawan Kesultanan Banten, bukan ngahiang menjadi harimau.
Petunjuk menarik datang dari laporan ekspedisi VOC pada tahun 1687. Skipio melaporkan bahwa reruntuhan Pakuan Pajajaran dijaga oleh banyak harimau. Kondisi bekas istana yang kembali menjadi hutan belantara menciptakan habitat ideal bagi harimau Jawa.