Pulau Surga Jadi Pangkalan Militer, 2000 Penduduk Asli Diusir Paksa Tanpa Kompensasi

Pulau Diego Garcia Jadi Pangkalan Militer
Sumber :
  • YouTube Geografyi

CianjurDiego Garcia mungkin terdengar seperti nama pulau tropis yang indah. Namun, di balik keindahannya, tersimpan kisah kelam yang menyayat hati ribuan orang.

img_title Jet Intai SR-71 Blackbird Legendaris Amerika Serikat yang Mampu Terbang Lebih Cepat dari Rudal Musuh

Pulau kecil di tengah Samudra Hindia ini menyimpan sejarah pengusiran paksa yang kejam.

Awalnya, Diego Garcia adalah rumah damai bagi sekitar 2.000 penduduk keturunan Afrika.

img_title Iran Jatuhkan Tujuh Drone Israel Senilai Miliaran Dolar, Termasuk Heron TP!

Mereka hidup sederhana sebagai petani dan nelayan selama berabad-abad. Namun, semua berubah ketika Perang Dingin mencapai puncaknya di tahun 1960-an.

Posisi strategis Diego Garcia di tengah Samudra Hindia membuatnya jadi incaran Amerika Serikat dan Inggris. Kedua negara adikuasa ini pun membuat kesepakatan yang berdampak pada pulau tersebut.

img_title XF-108 Rapier Mach 3 Dibatalkan 1959, Rudal Nuklir Penghancur Pembom Soviet!

Kesepakatan Inggris dan Amerika 

Pada 1965, Inggris dan Amerika Serikat membuat kesepakatan tanpa melibatkan penduduk asli.

Kepulauan Chagos dipisahkan paksa dari Mauritius yang akan merdeka. Kemudian, wilayah ini dibentuk menjadi British Indian Ocean Territory yang disewakan kepada Amerika Serikat.

Alasannya sederhana, Amerika butuh pangkalan militer yang aman dan terpencil. Diego Garcia dengan lokasinya yang strategis menjadi pilihan sempurna untuk keperluan militer mereka.

Pengusiran Paksa

Sekitar 2.000 penduduk asli Diego Garcia dipaksa meninggalkan pulau tanpa peringatan, kompensasi, atau pesangon. Mereka diangkut begitu saja ke Mauritius dan Seychelles, negara asing yang sama sekali tidak mereka kenal.

Kehidupan yang sudah dibangun berabad-abad hancur seketika. Mereka kehilangan rumah, identitas, dan martabat sebagai manusia. Di tanah asing, mereka hidup sebagai pengungsi tanpa sumber daya dan tempat tinggal yang layak.

Pangkalan Militer 

Setelah pengusiran, Amerika Serikat langsung membangun pangkalan militer strategis di Diego Garcia. Pangkalan ini kini menjadi salah satu yang paling penting di dunia.

Digunakan untuk berbagai operasi militer, termasuk serangan ke Timur Tengah.

Bagi Amerika dan Inggris, Diego Garcia adalah keberhasilan geopolitik besar. Tapi bagi penduduk asli, pangkalan ini adalah simbol pengkhianatan dan ketidakadilan yang tak terlupakan.

Perjuangan Penduduk Asli

Hingga kini, penduduk asli Diego Garcia terus berjuang untuk kembali ke tanah air mereka.

Pada 2019, Mahkamah Internasional bahkan menyatakan pemisahan Kepulauan Chagos dari Mauritius adalah ilegal. Keputusan ini menyerukan pengembalian wilayah tersebut kepada pemilik aslinya.

Halaman Selanjutnya
img_title