Fakta Menarik Terusan Suez, Sebuah Kanal Bersejarah yang Mengubah Dunia
- Youtube
Cianjur – Sejarah transportasi dunia mencatat berbagai pencapaian besar, namun salah satu yang paling fenomenal adalah pembangunan Terusan Suez di Mesir. Kanal buatan sepanjang hampir 200 kilometer ini menjadi jalur vital perdagangan dunia karena menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah.
Melalui kanal ini, kapal dari Asia menuju Eropa tidak perlu lagi melewati jalur panjang dan berbahaya melalui Tanjung Harapan. Kehadirannya bukan hanya mengubah wajah perdagangan internasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi Mesir.
Panjang dan Lokasi Terusan Suez
Terusan Suez memiliki panjang sekitar 193 kilometer dan membentang dari Port Said di Laut Mediterania hingga Port Tewfik di Laut Merah. Jalur ini melewati tanah genting Suez, yang sekaligus menjadi batas alami antara Asia dan Afrika.
Menghemat Ribuan Kilometer Perjalanan
Kapal-kapal yang melewati Terusan Suez bisa memangkas jarak hingga 7.000 kilometer dibanding harus melewati Tanjung Harapan. Hal ini membuat biaya pengiriman lebih murah dan waktu tempuh lebih singkat.
Sejarah Pembangunan Terusan Suez
Proyek besar ini dimulai tahun 1859 dan memakan waktu sekitar 10 tahun hingga akhirnya diresmikan pada 17 November 1869. Pembangunan melibatkan lebih dari 1,5 juta pekerja dan memanfaatkan teknologi kapal keruk uap untuk mempercepat proses.
Jalur Utama Perdagangan Dunia
Sejak dibuka, Terusan Suez langsung menjadi jalur utama perdagangan internasional antara Asia dan Eropa. Saat ini, sekitar 10% perdagangan dunia melewati kanal ini setiap tahunnya.
Peran dalam Pengiriman Minyak
Selain barang, Terusan Suez juga menjadi jalur utama pengiriman minyak dari Timur Tengah menuju Eropa dan Amerika. Tanpa kanal ini, biaya energi dunia bisa melonjak drastis.
Volume Kapal dan Barang
Rata-rata 50 kapal melintasi Terusan Suez setiap hari, membawa lebih dari 300 juta ton barang setiap tahun. Angka ini terus meningkat seiring pertumbuhan perdagangan global.
Nasionalisasi oleh Mesir
Pada 1956, Presiden Gamal Abdel Nasser menasionalisasi Terusan Suez yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan asing. Sejak saat itu, pengelolaannya berada di bawah Suez Canal Authority milik pemerintah Mesir.
Sumber Pendapatan Mesir
Terusan Suez menjadi salah satu sumber pendapatan utama Mesir dengan pemasukan miliaran dolar setiap tahunnya. Peningkatan jumlah kapal terus memperbesar kontribusi kanal ini bagi ekonomi negara.