Jejak 5 Tempat Sejarah Perang Dunia 2 di Indonesia Penuh Cerita Kelam
- Youtube.com
Cianjur – Perang Dunia 2 memang jadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah. Banyak negara terlibat dalam perang besar ini. Indonesia pun tidak lepas dari jejak peristiwa tersebut. Beberapa lokasi masih menyimpan peninggalannya.
Tempat sejarah Perang Dunia 2 di Indonesia jadi saksi bisu yang masih ada. Peninggalan perang berupa bunker, kapal karam, hingga gua masih bisa ditemukan. Semua menjadi pengingat kerasnya peperangan masa lalu.
Banyak tempat sejarah Perang Dunia 2 kini berubah jadi lokasi wisata. Tapi nuansa kelamnya tetap terasa. Cerita tentang tentara yang bertahan hidup dan gugur pun masih tersisa.
Sejarah Perang Dunia 2 di Indonesia bukan hanya soal peperangan. Ada sisi manusiawi di baliknya. Dari tempat perlindungan hingga kuburan tentara, semua tersimpan rapi.
Jejak tempat sejarah Perang Dunia 2 memang tidak bisa dihapus. Sampai sekarang, peninggalannya tetap dijaga. Jadi generasi baru bisa melihat langsung sisa-sisa sejarah.
1. Pulau Biak
Pulau Biak berada di Teluk Cenderawasih, Papua. Saat Perang Dunia 2, Jepang menjadikannya basis pertahanan.
Di sini ada gua dengan lima ruangan evakuasi tentara. Sampai kini, gua itu masih terawat dengan peninggalan di dalamnya.
2. Lombok Utara
Gili Trawangan di Lombok Utara bukan hanya soal wisata indah. Dulu, tempat ini juga menyimpan jejak perang.
Di dasar laut ada bangkai kapal Jepang yang karam. Selain itu, gua bekas tempat persenjataan Jepang juga masih tersisa.
3. Kepulauan Mapia
Kepulauan Mapia ada di Papua bagian luar. Saat perang, wilayah ini jadi markas aliansi Jepang.
Di sini ada makam kuno tentara yang gugur. Pangkalan udara tua juga masih bisa ditemukan di pulau ini.
4. Kepulauan Morotai
Morotai berada di Halmahera Utara. Tahun 1944, Jepang memakai pulau ini sebagai landasan udara.
Sampai sekarang, ada peninggalan berupa tank dan pesawat karam. Semua itu jadi saksi bisu kerasnya perang.
5. Pulau Tarakan
Pulau Tarakan di Kalimantan Utara punya sejarah panjang. Sejak 1896, pulau ini sudah jadi pangkalan militer.
Saat Perang Dunia 2, Tarakan dipakai sebagai gudang persenjataan Jepang. Di sini masih ada bunker dan meriam tua berkarat.