Suhu Bumi Sudah Lewati Batas Aman 1,5 Derajat, Arab Saudi Malah Nambah Produksi Minyak!

Ilustrasi Tambang Minyak
Sumber :
  • id.pinterest.com

Cianjur – Perubahan iklim sudah jadi kenyataan yang tidak bisa kita hindari lagi.

img_title Kapal USNS Muat 742 Kendaraan Tempur, Salah 6 Inci Bisa Tenggelam!

Data terbaru menunjukkan suhu bumi sudah melampaui batas aman 1,5 derajat Celsius di atas level pra-industri. Akibatnya, kita makin sering lihat bencana alam yang mengerikan di mana-mana.

Es di kutub mencair, permukaan laut naik, dan cuaca ekstrem jadi makin sering terjadi. Semua ini bikin banyak nyawa melayang dan ekonomi hancur di berbagai belahan dunia.

img_title Arab Saudi Bangun Sungai Bawah Tanah 8.700 Mil, Solusi Krisis Air di Gurun!

Tapi ironisnya, masih ada negara yang tetap prioritaskan keuntungan ekonomi di atas keberlanjutan lingkungan.

Perjanjian Paris memang sudah ditandatangani lebih dari 190 negara, termasuk penghasil emisi terbesar.

img_title Pulau Semakau Singapura Sulap Tempat Sampah Jadi Surga Ekologi yang Menakjubkan!

Tapi implementasinya masih jauh dari harapan, terutama dari negara-negara penghasil minyak.

Arab Saudi

Arab Saudi adalah contoh nyata negara yang bermuka dua dalam isu perubahan iklim.

Di satu sisi, mereka mengumumkan rencana ambisius mencapai nol emisi karbon pada 2060 dan menanam 50 miliar pohon. Kedengarannya bagus, kan?

Tapi di sisi lain, Arab Saudi berkomitmen meningkatkan produksi minyak dari 12 juta barel per hari jadi 13 juta barel pada 2027. Ini jelas kontradiktif dengan komitmen iklim mereka.

Teknologi CCS

Arab Saudi dan negara penghasil bahan bakar fosil lainnya sering promosikan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).

Mereka bilang ini solusi untuk mengurangi emisi sambil tetap produksi minyak dan gas.

Masalahnya, teknologi CCS masih mahal dan belum terbukti efektif dalam skala besar. Banyak ahli menganggap ini cuma kedok untuk tetap mempertahankan industri fosil mereka.

Strategi Mempertahankan Konsumsi Fosil

Yang lebih mengkhawatirkan, Arab Saudi juga mendanai produksi mobil murah dan pengembangan jet supersonik.

Tujuannya jelas: memastikan konsumsi bahan bakar fosil tetap tinggi di masa depan.

Strategi ini menunjukkan bahwa komitmen mereka terhadap transisi energi hanya lip service belaka. Yang penting buat mereka adalah menjaga dominasi industri minyak.

Negara Lain Ikut-ikutan

Australia, Jepang, dan Brasil juga tidak mau ketinggalan dalam melindungi industri fosil mereka.

Mereka mendukung transisi energi yang lambat dengan alasan menghindari dampak ekonomi yang besar.

Brasil dan Argentina bahkan berusaha menghapus rekomendasi pola makan berbasis nabati yang bisa mengurangi emisi. Mereka lebih pilih melindungi industri daging sapi mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title