Mesir Jual Kota Cantik ke UAE Gara-gara Krisis Ekonomi, Rakyat Marah Besar!
Cianjur – Mesir lagi menghadapi masalah ekonomi yang bikin pusing tujuh keliling.
Negara piramida ini sekarang harus berjuang keras melawan inflasi tinggi dan utang luar negeri yang menumpuk.
Krisis ekonomi Mesir udah berlangsung dua tahun terakhir ini. Situasinya makin parah karena kekurangan dolar yang bikin susah impor barang.
Presiden Abdul Fattah al-Sisi akhirnya ambil keputusan kontroversial. Dia memutuskan untuk menjual kota Ras al-Hekma yang punya pantai indah kepada Uni Emirat Arab.
Kenapa Rakyat Mesir Marah?
Keputusan penjualan kota ini bikin rakyat Mesir yang berjumlah 114 juta orang jadi murka. Mereka merasa keuntungan dari proyek ini bakal mengalir ke luar negeri.
Padahal kondisi ekonomi rakyat lagi susah banget. Biaya hidup terus naik dan mata uang asing sulit didapat.
Akar Masalah Krisis Ekonomi
Pemerintah Mesir sebelumnya udah habiskan banyak uang untuk proyek infrastruktur. Pembangunan ibu kota baru aja butuh dana 58 miliar dolar.
Sejak revolusi 2011, pendapatan dari sektor pariwisata juga menurun drastis. Konflik di kawasan bikin turis enggan datang ke Mesir.
Utang yang Mencekik
Pembayaran bunga utang luar negeri udah menyita lebih dari 45% total pendapatan negara. Kondisi ini makin memperburuk keadaan ekonomi masyarakat.
Mesir terpaksa minta bantuan ke IMF dan jadi peminjam terbesar kedua. Setelah penjualan Ras al-Hekma, IMF setuju kasih dana talangan 8 miliar dolar.
Kekhawatiran Masa Depan
Banyak yang khawatir bakal ada penjualan aset lainnya di masa depan. Ras Ghamila juga direncanakan ditawarkan ke Arab Saudi.
Kalau Mesir gak segera temukan solusi utang, penjualan aset mungkin jadi satu-satunya jalan. Ini bisa berakibat hilangnya kedaulatan ekonomi negara.