Mesir Jual Kota Cantik ke UAE Gara-gara Krisis Ekonomi, Rakyat Marah Besar!

Ras al-Hekma
Sumber :

CianjurMesir lagi menghadapi masalah ekonomi yang bikin pusing tujuh keliling.

img_title 5 Negara dengan Pesawat Patroli Maritim Terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia Juaranya!

Negara piramida ini sekarang harus berjuang keras melawan inflasi tinggi dan utang luar negeri yang menumpuk.

Krisis ekonomi Mesir udah berlangsung dua tahun terakhir ini. Situasinya makin parah karena kekurangan dolar yang bikin susah impor barang.

img_title Vietnam Juara, Ini 5 Negara Asia Tenggara Dengan Personil Militer Terbesar!

Presiden Abdul Fattah al-Sisi akhirnya ambil keputusan kontroversial. Dia memutuskan untuk menjual kota Ras al-Hekma yang punya pantai indah kepada Uni Emirat Arab.

Kenapa Rakyat Mesir Marah?

img_title Rusia Ciptakan Drone Tempur Baru OS-25R yang Bikin Negara Lain Panik dan Gerak Cepat

Keputusan penjualan kota ini bikin rakyat Mesir yang berjumlah 114 juta orang jadi murka. Mereka merasa keuntungan dari proyek ini bakal mengalir ke luar negeri.

Padahal kondisi ekonomi rakyat lagi susah banget. Biaya hidup terus naik dan mata uang asing sulit didapat.

Akar Masalah Krisis Ekonomi

Pemerintah Mesir sebelumnya udah habiskan banyak uang untuk proyek infrastruktur. Pembangunan ibu kota baru aja butuh dana 58 miliar dolar.

Sejak revolusi 2011, pendapatan dari sektor pariwisata juga menurun drastis. Konflik di kawasan bikin turis enggan datang ke Mesir.

Utang yang Mencekik

Pembayaran bunga utang luar negeri udah menyita lebih dari 45% total pendapatan negara. Kondisi ini makin memperburuk keadaan ekonomi masyarakat.

Mesir terpaksa minta bantuan ke IMF dan jadi peminjam terbesar kedua. Setelah penjualan Ras al-Hekma, IMF setuju kasih dana talangan 8 miliar dolar.

Kekhawatiran Masa Depan

Banyak yang khawatir bakal ada penjualan aset lainnya di masa depan. Ras Ghamila juga direncanakan ditawarkan ke Arab Saudi.

Kalau Mesir gak segera temukan solusi utang, penjualan aset mungkin jadi satu-satunya jalan. Ini bisa berakibat hilangnya kedaulatan ekonomi negara.