Deretan Anggota DPR RI Terkaya 2024-2029 Bikin Kaget Banyak Orang
- Pinterest.com
Cianjur – Gaji anggota DPR RI periode 2024-2029 memang sudah jadi bahan obrolan hangat. Apalagi ada tambahan tunjangan rumah yang bikin total penghasilan makin tinggi. Kata kuncinya jelas, anggota DPR RI.
Meski begitu, tidak semua anggota DPR mengandalkan gaji saja. Ada banyak di antara mereka yang sudah tajir melintir dari bisnis pribadi. Jadi, wajar kalau publik penasaran siapa anggota DPR RI terkaya saat ini.
Faktanya, beberapa nama di daftar ini bahkan punya harta melebihi Presiden Prabowo Subianto. Jumlahnya bisa tembus triliunan rupiah. Kekayaan itu datang dari berbagai sumber seperti surat berharga, properti, sampai bisnis besar.
Nah, deretan anggota DPR RI terkaya 2024-2029 ini memang layak jadi sorotan. Selain soal gaji dan tunjangan, gaya hidup para anggota dewan kaya juga sering bikin orang penasaran.
1. Rusdi Kirana sang pendiri Lion Air
Rusdi Kirana jadi anggota DPR RI terkaya periode ini. Kekayaannya mencapai Rp2,6 triliun. Harta paling besar ada di surat berharga yang nilainya lebih dari Rp2,1 triliun.
Selain itu, aset Rusdi juga tersebar di Jakarta hingga luar negeri. Hebatnya lagi, ia tercatat tidak punya utang sama sekali. Statusnya kini juga sebagai Wakil Ketua MPR RI.
2. Fati dari Partai Demokrat
Posisi kedua ada Fati dengan total harta Rp1,7 triliun. Hampir seluruhnya berbentuk surat berharga dengan nilai mendekati Rp1,7 triliun.
Selain itu, Fati juga punya tanah dan bangunan di beberapa kota. Mulai Bogor, Subang, sampai Bandung. Ia juga punya kas miliaran rupiah meski tercatat ada utang Rp1 miliar.
3. Sihar Sitorus politisi PDI Perjuangan
Sihar melaporkan kekayaannya Rp870,9 miliar. Asetnya banyak di tanah dan bangunan, ditambah surat berharga ratusan miliar.
Uniknya, ia juga tidak punya utang. Dengan 31 bidang tanah yang ia miliki, posisinya makin kuat sebagai salah satu anggota DPR RI terkaya.
4. Titiek Soeharto putri Presiden kedua RI
Titiek Soeharto juga masuk daftar besar ini. Kekayaannya mencapai Rp709,4 miliar. Mayoritas berupa tanah dan bangunan senilai Rp587,8 miliar.