Daftar 6 Negara Paling Berbahaya di Dunia Tahun Ini, Indonesia Termasuk?
- YouTube Geografyi
Cianjur – Institute for Economics and Peace merilis Indeks Perdamaian Global (GPI) yang mengurutkan negara dari teraman hingga paling berbahaya. Kriteria penilaiannya meliputi tingkat kekerasan, ketidakstabilan politik, dan militarisasi.
Beberapa negara di daftar ini mungkin mengejutkanmu. Ada yang dulunya aman tapi kini jadi sangat berbahaya. Sebaliknya, ada juga yang pelan-pelan mulai membaik meski masih dalam kondisi buruk.
Yuk, simak 6 negara paling berbahaya di dunia versi GPI. Informasi ini penting supaya kamu bisa memilih destinasi liburan yang aman!
Afghanistan
Afghanistan menjadi negara paling berbahaya selama lima tahun berturut-turut menurut GPI.
Tingkat kekerasan yang sangat tinggi dan pemerintahan korup membuat kondisinya semakin buruk.
Layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan sulit diakses masyarakat.
Keamanan hampir tidak ada, membuat siapa pun bisa menjadi korban kekerasan kapan saja.
Yaman
Yaman saat ini mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Jutaan orang menghadapi kelaparan dan penyakit akibat konflik berkepanjangan.
Perang saudara yang tak kunjung usai membuat infrastruktur hancur total. Air bersih dan makanan menjadi barang langka yang sulit didapat.
Suriah
Perang saudara Suriah yang dimulai 2011 sudah menyebabkan jutaan pengungsi. Konflik antara pemerintah dan kelompok oposisi terus berlanjut tanpa solusi.
Kerusakan infrastruktur sangat parah dan penegakan hukum hampir tidak ada. Warga sipil menjadi korban dalam pertempuran yang tak berkesudahan.
Rusia
Rusia masuk daftar karena tingginya tingkat pembunuhan dan ketidakstabilan politik. Keterlibatan dalam konflik militer di negara lain menambah ketegangan.
Situasi politik yang tidak stabil membuat keamanan warga terancam. Kebebasan berpendapat juga sangat terbatas di negara ini.
Sudan Selatan
Sejak merdeka pada 2011, Sudan Selatan langsung terjerumus dalam perang saudara. Tingkat kekerasan sangat tinggi meski ada sedikit peningkatan keamanan.
Infrastruktur dan layanan sosial masih sangat buruk. Negara termuda di dunia ini masih berjuang membangun sistem pemerintahan yang stabil.
Republik Demokratik Kongo
DRC menghadapi kemiskinan ekstrem dan kerusuhan politik yang berkepanjangan.
Tingkat kejahatan sangat tinggi, termasuk pembunuhan dan penculikan.
Ironinya, negara ini memiliki sumber daya alam melimpah. Namun, kekayaan alam justru memicu konflik antara berbagai pihak yang ingin menguasainya.