Berbahaya! Zona Merah Prancis Masih Mematikan Setelah 105 Tahun Perang Dunia Pertama Berakhir

Zona Merah Prancis
Sumber :
  • YouTube

Cianjur – Siapa sangka perang yang berakhir lebih dari seabad lalu masih menyisakan ancaman maut. Prancis hingga kini masih memiliki wilayah terlarang akibat sisa-sisa Perang Dunia Pertama.

img_title Jet Tempur MIG-15 Soviet yang Pernah Mendominasi Perang Korea

Perang besar yang berlangsung dari 1914 hingga 1918 ini ternyata meninggalkan jejak yang sangat dalam. Dampaknya bahkan masih terasa hingga generasi saat ini.

Zona merah atau "zone rouge" menjadi saksi bisu kehancuran yang luar biasa dahsyat. Wilayah ini masih berbahaya untuk didatangi bahkan setelah puluhan tahun berlalu.

img_title Drone AI Jadi Revolusi Senjata Canggih yang Mengubah Perang Modern di Dunia

Pertempuran Paling Berdarah dalam Sejarah

Pertempuran Verdun tahun 1916 menjadi salah satu yang paling mengerikan sepanjang masa. Pertempuran ini berlangsung selama 300 hari tanpa henti.

img_title Sistem Pertahanan Udara Buk-M3 Rusia Jangkau 70 Km untuk Lawan Jet dan Rudal Jelajah!

Lebih dari 300.000 orang tewas dalam pertempuran yang melibatkan Blok Sentral dan Blok Sekutu. Kehancuran yang ditimbulkan hampir mustahil untuk dibayangkan.

Pembagian Zona Kehancuran

Setelah perang berakhir, pemerintah Prancis membagi wilayah terdampak menjadi tiga zona berbeda. Zona hijau untuk wilayah dengan kerusakan minimal yang masih bisa dihuni.

Zona kuning untuk wilayah dengan kerusakan berat namun masih bisa diperbaiki. Sedangkan zona merah adalah wilayah yang hancur total dan berbahaya.

Pada 1919, Departemen Pembersihan Ranjau dibentuk untuk membersihkan sisa-sisa perang. Namun tugas ini ternyata jauh lebih sulit dari yang dibayangkan.

Desa Hantu yang Tak Pernah Bangkit

Banyak desa di zona merah dibiarkan dalam keadaan hancur hingga sekarang. Mereka menjadi seperti desa hantu yang tak berpenghuni.

Meski pada 1992 zona merah berhasil dikurangi 70%, tanahnya masih tercemar bahan kimia berbahaya. Pertanian di wilayah ini tetap dilarang karena risiko kesehatan.

Ancaman yang Masih Mengintai

Kontaminasi logam berat dan bahan kimia membuat tanah tetap beracun hingga sekarang. Para ahli memperkirakan butuh 10.000 tahun untuk mengembalikan keanekaragaman hayati.

Pada 2012, konsumsi air minum di 544 kota dilarang karena kadar perklorat tinggi. Bahkan daging buruan dan makanan yang dimasak dengan kayu dari zona merah berpotensi beracun.

Senjata kimia yang masih tersimpan di bekas zona perang tetap menjadi ancaman serius. Ranjau yang belum ditemukan juga masih mengintai nyawa penduduk setempat.