Norwegia Temukan Cadangan Fosfat Langka Senilai 24 Triliun Dollar, Lebih Besar dari Minyak!
Cianjur – Lima puluh tahun lalu, penemuan minyak mengubah Norwegia dari negara nelayan jadi salah satu negara terkaya dunia. Sekarang sejarah siap terulang lagi.
Tapi kali ini bukan minyak yang ditemukan. Melainkan mineral langka yang nilainya bahkan lebih besar dari seluruh minyak yaitu cadangan fosfat.
Mineral langka ini hadir di setiap piring makanan kita dan baterai mobil listrik. Di masa depan mungkin jadi penentu siapa yang menguasai pangan dan energi dunia.
Dilansir dari Channel Youtube Geografyi, pada Juni 2023 survei geologi yang dilakukan oleh Norge Mining mengungkap cadangan fosfat bawah tanah terbesar yang pernah ditemukan dengan hasil pengukuran 70 miliar ton dan nilainya diperkirakan mencapai 24 triliun USD.
Cadangan Fosfat: Mineral Langka
Sekitar 90% fosfat di dunia digunakan untuk membuat pupuk. Tanpa fosfat, hasil panen akan merosot drastis dan membahayakan ketahanan pangan miliaran orang.
Fosfat juga jadi komponen penting baterai lithium iron phosphate untuk mobil listrik. Bahkan panel surya dan semikonduktor butuh mineral ini.
Masalahnya, cadangan fosfat dunia tidak tersebar merata. Maroko menguasai 3/4 cadangan global, sementara Cina dan Rusia juga jadi pemain utama.
Cadangan 70 miliar ton di Rogaland, Norwegia, ini terbesar yang pernah ditemukan. Bisa bertahan puluhan tahun untuk konsumsi global.
Yang lebih menarik lagi, di tempat yang sama juga ditemukan titanium dan vanadium. Dua logam strategis untuk industri pesawat dan baterai penyimpan energi.
Kombinasi ketiga mineral ini menempatkan Norwegia pada posisi sangat strategis dalam geopolitik global.
Tantangan Lingkungan dan Teknologi
Penambangan fosfat menghasilkan limbah radioaktif yang berbahaya. Setiap 1 ton asam fosfat meninggalkan 5 ton limbah beracun.
Norwegia berkomitmen menggunakan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS). Mereka sudah 30 tahun menyimpan 25 juta ton CO2 dengan aman.
Norge Mining berencana integrasikan CCS ke fasilitas pengolahan. Jadi Norwegia bisa jadi pelopor pertambangan rendah emisi.
Norwegia punya peluang mengulang kesuksesan minyaknya dengan mineral strategis. Cadangan fosfat, titanium, dan vanadium terbesar dunia bisa mengubah peta pangan, energi, dan teknologi global.