Ternyata Batas Benua Eropa dan Asia Cuma Ada di Peta, Realitanya Bikin Bingung
- Youtube
Cianjur – Pernah bingung nggak sih di mana sebenarnya batas antara benua Eropa dan Asia? Kalau lihat peta, ada yang beda-beda gambarnya.
Ternyata memang tidak ada perbedaan fisik yang jelas antara kedua benua ini. Kecuali beberapa sungai dan gunung di wilayah tertentu saja.
Yang ada sekarang lebih merupakan hasil sejarah dan budaya daripada fakta geografi. Makanya banyak ahli yang bingung sendiri.
Dilansir dari Channel Youtube Geografyi, batas antara benua Eropa dan Asia hanya ada dalam peta karena tidak ada perbedaan fisik yang jelas antara kedua benua ini kecuali beberapa sungai dan gunung di sebelah timur dan utara Laut Hitam.
Sejarah Pembagian Benua
Pemisahan Eurasia menjadi dua benua pertama kali diperkenalkan pelaut Yunani kuno. Mereka menggunakan jalur air dari Laut Aegea ke Laut Azov sebagai batasnya.
Herodotus, sejarawan Yunani, membagi dunia jadi tiga bagian: Eropa, Afrika, dan Asia. Tapi batas antara Eropa dan Asia tetap tidak jelas.
Pada abad pertengahan hingga abad ke-18, batas mengikuti Sungai Don. Ini jadi patokan selama ratusan tahun.
Pegunungan Ural sebagai Batas
Tahun 1725, Philip Johan von Strahlenberg mengubah batas dari Sungai Don ke Pegunungan Ural. Keputusan ini masih dipakai sampai sekarang.
Pegunungan Ural yang tingginya 900-1200 meter dianggap sebagai pembatas alami. Dari sini batas dilanjutkan mengikuti Sungai Ural sampai Laut Kaspia.
Pembagian ini membuat Rusia terbagi jadi dua bagian: Eropa Rusia dan Asia Rusia. Sekitar 75% penduduk Rusia tinggal di bagian Eropa.
Kontroversi Batas
Beberapa negara seperti Georgia dan Turki posisinya masih diperdebatkan. Ada yang menempatkan mereka di Eropa, ada yang di Asia.
Turki secara geografis memang di Asia, tapi secara budaya dan politik dekat dengan Eropa. Makanya mereka jadi anggota NATO dan ingin masuk Uni Eropa.
Banyak ahli geografi yang akhirnya menggabungkan keduanya jadi benua Eurasia. Karena memang secara fisik masih satu daratan yang sama.
Batas benua Eropa dan Asia lebih merupakan konstruksi sejarah dan budaya daripada fakta geografi nyata. Pegunungan Ural dan Sungai Ural memang jadi patokan, tapi sebenarnya kedua wilayah ini masih satu daratan Eurasia.