Fakta Puncak Everest yang Bikin Merinding Banyak Jasad Membeku dan Sampah Tertinggal
- Youtube.com
Cianjur – Puncak Everest selalu punya deretan fakta yang bikin merinding bagi siapa pun yang mendengarnya. Gunung tertinggi di dunia ini menyimpan banyak kisah tragis dan mengejutkan.
Banyak jasad pendaki masih membeku di sepanjang jalur, menjadi fakta pahit yang tidak terbantahkan. Everest seakan berubah menjadi kuburan alami di atas awan.
Selain itu, sampah yang menumpuk juga menambah deretan masalah serius. Everest kini dikenal sebagai tempat pembuangan sampah tertinggi di dunia.
Meski penuh bahaya dan kisah merinding, banyak orang tetap mencari alasan untuk menaklukkannya. Everest bukan hanya gunung, tapi simbol ambisi, prestis, dan keberanian manusia
1. Gunung Tertinggi dengan Sejarah Dasar Laut
Puncak Everest menjulang 8.848 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berdiri megah di Himalaya, perbatasan Nepal dan Tibet.
Namun, dulu sekali Everest bukan gunung. Tempat ini justru bagian dasar Laut Tetis yang luas.
Sekitar 50 juta tahun lalu, lempeng India menabrak lempeng Eurasia. Daratan terangkat, melipat, lalu terbentuklah Himalaya.
Hingga kini, Everest masih terus tumbuh sekitar 4 mm per tahun. Bukti dasarnya, fosil hewan laut purba banyak ditemukan di lereng gunung.
2. Jalur Pendakian yang Ekstrem
Perjalanan dimulai dari Base Camp di ketinggian 5.364 meter. Di sini, pendaki beradaptasi dengan udara tipis.
Setelah itu, mereka harus melewati Kumbu Icefall, jalur es berbahaya yang bisa runtuh sewaktu-waktu.
Pendaki lanjut ke Camp 1 hingga Camp 4. Di atas 8.000 meter, area ini disebut zona kematian.
Oksigen menipis, tubuh perlahan melemah, dan banyak nyawa hilang di sini. Statistik mencatat lebih dari 340 orang meninggal.
3. Biaya Selangit dan Sampah yang Menumpuk
Untuk sekali pendakian, biaya bisa tembus 1 miliar rupiah. Itu pun belum termasuk risiko kehilangan nyawa.
Sayangnya, setiap perjalanan meninggalkan jejak sampah. Everest kini menanggung lebih dari 50 ton sampah sisa pendakian.
Ada tenda robek, tabung oksigen kosong, hingga limbah plastik. Karena suhu ekstrem, sampah-sampah itu hampir tidak bisa terurai. Everest pun dijuluki tempat pembuangan sampah tertinggi di dunia.
4. Misteri dan Tragedi Kematian
Lebih dari 200 jenazah masih membeku di sepanjang jalur pendakian. Mereka sulit dievakuasi karena biaya bisa mencapai 1 miliar rupiah.