Daftar Negara dengan Pajak Tertinggi Tapi Warganya Hidup Sejahtera dengan Fasilitas Publik yang Bikin Kaget!
- Youtube.com
Cianjur – Banyak negara di dunia menggantungkan pembangunan dari pajak. Ada yang mematok tarif sangat tinggi agar fasilitas umum tetap jalan.
Negara dengan pajak tertinggi biasanya punya sistem sosial yang kuat. Layanan kesehatan, pendidikan, hingga transportasi dibuat gratis atau murah.
Meski terasa berat, warga merasakan manfaat langsung dari pajak tinggi. Tidak heran beberapa negara ini justru terkenal bahagia dan sejahtera.
Daftar 5 negara ini tercatat punya pajak penghasilan tertinggi di dunia. Mulai dari Portugal, Slovenia, Belgia, Finlandia, sampai Swedia.
1. Portugal
Portugal menetapkan tarif pajak progresif hingga 47,52 persen. Selain itu ada pajak tetap 28 persen untuk investasi dan dana pensiun.
Pekerja juga menanggung iuran jaminan sosial sebesar 11 persen. Sementara perusahaan dikenai hampir 24 persen tambahan beban.
2. Slovenia
Negara pecahan Yugoslavia ini mengenakan pajak progresif sampai 50 persen. Berlaku untuk gaji, bisnis, sewa, hingga hasil pertanian dan kehutanan.
Selain itu, ada pajak jaminan sosial yang cukup tinggi. Karyawan 22,1 persen dan perusahaan 16,1 persen ikut terbebani.
3. Belgia
Belgia juga punya tarif pajak penghasilan hingga 50 persen. Berlaku untuk properti, pendapatan profesional, dan lain-lain.
Karyawan di Belgia harus membayar iuran sosial lebih dari 13 persen. Namun imbalannya, fasilitas publik di sana sangat modern.
4. Finlandia
Finlandia membagi pajak penghasilan ke pusat dan daerah. Tarif pusat 6,5–31,5 persen dan daerah 16,5–20,25 persen.
Uniknya, warga Finlandia tidak perlu lapor SPT tahunan. Semuanya sudah diurus otoritas pajak dengan sistem digital.
5. Swedia
Swedia dikenal dengan tarif pajak pribadi hingga 57,1 persen. Pendapatan modal dikenakan pajak flat 30 persen.
Perusahaan juga wajib membayar jaminan sosial 31,4 persen. Namun, pendidikan dan kesehatan gratis membuat warga tetap betah.
Daftar negara dengan pajak tertinggi ini memang bikin terkejut. Tapi mereka membuktikan, beban tinggi bisa seimbang dengan kesejahteraan.