Masih Mengancam Dunia, Inilah Retakan Bumi Terbesar di Dunia
- Youtube
Cianjur – Bumi yang kita tinggali memang terlihat damai dan indah jika dilihat dari luar angkasa. Namun, kenyataannya planet ini terus bergerak dan menyimpan rahasia geologi yang luar biasa.
Retakan-retakan raksasa yang terbentuk akibat pergerakan lempeng tektonik membuktikan bahwa permukaan bumi tidak pernah benar-benar tenang. Beberapa retakan bahkan begitu besar hingga bisa dilihat dari luar angkasa.
Dari Selandia Baru hingga Rusia, setiap patahan membawa kisah menegangkan tentang masa depan bumi. Mari kita telusuri jejak-jejak retakan terbesar yang bisa mengubah wajah planet kita.
Patahan Kekerengu di Selandia Baru
Pada tahun 2016, Selandia Baru diguncang gempa besar berkekuatan 7,8 yang menciptakan retakan raksasa sepanjang 30 km. Bahkan tanah di sepanjang patahan ini bergeser sejauh 12 meter, membuatnya terlihat jelas hingga dari luar angkasa.
Pergerakan ini terjadi karena lempeng Australia dan Pasifik yang terus saling menekan. Patahan ini masih aktif hingga kini dan diawasi ketat dengan teknologi modern seperti radar satelit.
Sistem Celah Afrika Timur
Afrika kini sedang melalui proses geologi besar yang akan memisahkan benua menjadi dua. Retakan sepanjang 3.000 km ini membelah daratan menjadi lempeng Nubia di barat dan lempeng Somalia di timur.
Proses ini sudah berlangsung selama 25 juta tahun dan menghasilkan lembah dalam, retakan panjang, serta danau-danau lurus. Di masa depan, diperkirakan akan terbentuk samudra baru di wilayah tersebut.
Patahan San Andreas di California
Patahan San Andreas adalah salah satu retakan paling terkenal di dunia yang membentang sepanjang 1.300 km. Patahan ini memisahkan lempeng Pasifik dan Amerika Utara yang terus bergerak sekitar 4–6 cm per tahun.
Pergerakan ini membuat wilayah California sangat rawan gempa besar. Bahkan, para ahli memperkirakan bahwa jutaan tahun mendatang kota Los Angeles dan San Francisco bisa menjadi tetangga.
Patahan Lembah Yordan
Di Timur Tengah, terdapat retakan sepanjang 160 km yang membelah gurun Yordania dan Israel. Patahan ini terlihat sangat lurus sehingga mudah dikenali melalui citra satelit.
Meskipun terlihat tenang, patahan ini pernah memicu gempa besar berkekuatan 7,3 pada tahun 1995. Karena itu, daerah ini tetap diawasi dengan ketat.