Mengupas Tuntas Misteri Hokkaido, Pulau Luas di Jepang yang Hampir Tak Berpenghuni
- Youtube
Cianjur – Tokyo dipenuhi jutaan orang yang berdesakan setiap hari, sedangkan Hokkaido, pulau luas di utara Jepang, justru nyaris kosong. Perbedaan ini terlihat mencolok meski keduanya berada di negara yang sama.
Hokkaido memiliki luas lebih besar dari Austria, namun jumlah penduduknya lebih sedikit dari kota kecil di Amerika. Kondisi ini membuatnya seperti dunia lain di tengah Jepang yang terkenal padat.
Musim Dingin yang Ekstrem
Salah satu alasan utama Hokkaido sepi penduduk adalah musim dingin yang ekstrem. Suhu bisa mencapai -29 derajat Celcius dengan salju setebal gedung tiga lantai yang melumpuhkan kehidupan.
Musim dingin panjang yang berlangsung hampir setengah tahun membuat aktivitas pertanian, transportasi, hingga kehidupan sehari-hari terasa sangat sulit. Warga seperti harus bertarung melawan alam.
Pertanian yang Terbatas
Tidak seperti wilayah selatan Jepang yang bisa panen dua kali setahun, petani di Hokkaido hanya punya sekali kesempatan. Jika gagal, mereka harus menunggu setahun penuh untuk mencoba lagi.
Selain itu, hanya sekitar 16% wilayah Hokkaido yang bisa dipakai untuk bercocok tanam karena sisanya berupa pegunungan, hutan, dan lahan basah. Hal ini membuat hasil pertanian sulit berkembang.
Sejarah Suku Ainu
Sebelum Jepang menguasai Hokkaido, suku Ainu telah lama hidup selaras dengan alam. Mereka punya budaya unik dengan ritual sakral dan tradisi berburu yang bergantung pada musim.
Sayangnya, era Meiji membawa kebijakan yang memaksa suku Ainu kehilangan tanah, bahasa, dan adat mereka. Budaya mereka perlahan terkikis dan tersisa hanya dalam museum dan catatan sejarah.
Modernisasi Paksa
Pemerintah Meiji berusaha mengisi Hokkaido dengan petani prajurit, namun jumlah yang menetap sangat sedikit. Akhirnya ribuan narapidana dikirim untuk membangun infrastruktur dengan kerja paksa.
Meski upaya ini memberi jejak pembangunan, Hokkaido tetap sulit dihuni karena iklim dan geografis yang menantang. Banyak pendatang akhirnya memilih kembali ke wilayah lain di Jepang.
Urbanisasi dan Populasi Menyusut
Sejak tahun 2000, banyak jalur kereta ditutup karena sepinya penumpang. Hal ini mendorong anak muda semakin enggan tinggal di Hokkaido dan lebih memilih pindah ke kota besar.