Kincir Angin Hingga Bendungan, Ternyata Begini Cara Belanda Mengendalikan Banjir
- Youtube
Cianjur – Belanda, dikenal sebagai negara dengan 1200 kincir angin, juga terkenal dengan sistem pengelolaan air yang sangat canggih. Hampir dua pertiga wilayah negara ini terletak di bawah permukaan laut, membuatnya rentan terhadap banjir.
Namun, Belanda berhasil mengatasi tantangan ini melalui serangkaian inovasi luar biasa yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.
Sejarah Pengendalian Banjir di Belanda
Sejak zaman dahulu, Belanda sudah mulai memikirkan cara untuk melindungi wilayahnya dari banjir. Pada sekitar 400 tahun sebelum Masehi, orang Frisia membangun gundukan tanah bernama "terpen" sebagai perlindungan desa dari banjir.
Namun, peristiwa banjir besar pada 1287 menunjukkan pentingnya sistem yang lebih besar. Banjir Saint Lucia merenggut lebih dari 50.000 nyawa dan mengubah bentuk wilayah tersebut secara permanen, menciptakan Laut Selatan.
Inovasi Sistem Polder
Untuk mengatasi banjir yang berulang, Belanda menciptakan sistem polder pada abad ke-16. Sistem ini memanfaatkan tanggul, danau, dan kincir angin untuk mengeringkan lahan rawa dan menjaga kestabilan air tanah.
Kincir angin, yang ikonik di Belanda, digunakan untuk memompa air keluar dari lahan pertanian, menghindari tanaman tenggelam saat banjir.
Proyek Delta Work: Menangkal Banjir Laut
Setelah banjir besar tahun 1953 yang menghancurkan hampir seluruh wilayah selatan Belanda, pemerintah Belanda memulai Proyek Delta Work.
Proyek ini melibatkan pembangunan lebih dari 13 bendungan besar, pintu air, dan penghalang badai yang bertujuan untuk melindungi negara dari ancaman banjir laut. Biaya proyek mencapai sekitar 5 miliar dolar dan selesai pada 1997.
Penghalang Badai Oster Shellde dan Maeslan Kering
Dua proyek penghalang badai yang paling terkenal dalam Delta Work adalah Oster Shelled Kering dan Maeslantkering.
Oster Shelled Kering dirancang untuk menutup sungai Oosterschelde dan menjaga keseimbangan salinitas air, sementara Maeslantkering adalah penghalang badai dengan dua pintu raksasa yang dapat menahan gelombang air laut yang besar.
Kedua struktur ini dapat bertahan lebih dari 200 tahun, melindungi Belanda dari bencana alam.
Keberhasilan Belanda dalam mengendalikan banjir adalah contoh dari ketekunan dan inovasi yang berkelanjutan. Belanda terus mencari solusi baru untuk melindungi wilayahnya, memastikan bahwa ancaman banjir dapat diminimalisir.