Menara Pisa Miring Karena Kesalahan Fatal Ini, Malah Jadi Keajaiban Dunia?
- id.pinterest.com
Cianjur – Siapa sangka kesalahan dalam konstruksi bisa menghasilkan salah satu keajaiban arsitektur dunia?
Menara Miring Pisa yang terkenal itu sebenarnya tidak didesain untuk miring.
Kemiringan yang menjadi ciri khasnya justru merupakan hasil dari blunder konstruksi yang tidak terduga pada masa itu.
Menara yang terletak di Italia ini memulai pembangunannya pada tahun 1173 sebagai bagian dari kompleks katedral yang megah.
Proyek ambisius ini memakan waktu hampir 200 tahun untuk diselesaikan, dengan penyelesaian akhir pada 1372.
Tidak ada yang menyangka bahwa proses pembangunan yang panjang ini akan menghasilkan monument yang sangat terkenal.
Awalnya, arsitek yang dianggap membangun menara adalah Gerardo de Gerardo dan Giovanni de Simun.
Namun, penelitian arkeologi menemukan fakta menarik berupa nama Bonano Pisano yang terukir di batu dasar menara.
Penemuan ini menunjukkan bahwa dia mungkin adalah arsitek sebenarnya dari menara ikonik ini.
Momen Ketika Semuanya Mulai Miring
Pembangunan menara berjalan dengan lancar pada tahun-tahun pertama tanpa masalah berarti.
Namun, ketika lantai ketiga selesai dibangun pada 1178, terjadi hal yang mengejutkan semua orang.
Menara mulai menunjukkan tanda-tanda miring yang membuat warga Italia panik dan bingung.
Penyebab kemiringan ini adalah campuran tanah liat di bawah fondasi yang ternyata tidak cukup kuat.
Tanah yang melunak di satu sisi menyebabkan menara amblas tidak merata. Kondisi geologis yang tidak diperhitungkan dengan baik menjadi biang keladi dari "kecelakaan" arsitektur ini.
Upaya Perbaikan yang Tidak Sempurna
Pekerjaan konstruksi terpaksa dihentikan karena focus pada perang yang sedang berlangsung saat itu.
Ketika pembangunan dilanjutkan, para arsitek mencoba memperbaiki kemiringan dengan menggali tanah di bawah sisi utara fondasi.
Upaya ini berhasil mengurangi kemiringan menara sebesar 10 persen, tetapi tidak menghilangkannya sama sekali.
Meskipun masih miring, pembangunan menara tetap dilanjutkan dengan harapan kemiringan tidak akan bertambah parah.
Pada paruh kedua abad ke-14, menara lonceng ditambahkan sebagai puncak dari struktur ini.
Ironisnya, penambahan ini justru menambah beban yang membuat kemiringan sedikit bertambah.
Usaha Modern untuk Menstabilkan