Benarkah Bekas Jajahan Inggris Selalu Beruntung? Nyatanya Afrika Malah Hancur
- Youtube
Cianjur – Banyak orang beranggapan negara bekas jajahan Inggris lebih beruntung dari yang lain. Singapura dan Malaysia memang berkembang pesat setelah merdeka.
Sementara Indonesia yang dijajah Belanda masih berjuang mencari jutaan lapangan kerja. Tapi apakah benar bekas jajahan Inggris selalu lebih maju?
Ternyata fakta di lapangan tidak sesederhana itu. Dilansir dari Channel YouTube Kok Bisa, Afrika yang juga dijajah Inggris malah mengalami nasib sebaliknya.
Sistem Penjajahan Inggris
Inggris memang punya cara berbeda dalam menjajah negara lain. Mereka membawa sistem perdagangan bebas yang menguntungkan penduduk lokal.
Pelabuhan-pelabuhan raksasa dibangun untuk memudahkan perdagangan internasional. Ini berbeda dengan penjajah lain yang monopoli perdagangan.
Sistem pemerintahan juga dibangun dari nol dengan standar yang rapi. Lembaga pendidikan dan hukum dibentuk dengan struktur yang jelas.
Semua infrastruktur ini memudahkan negara jajahan berkembang setelah merdeka. Singapura dan Malaysia adalah contoh sukses dari sistem ini.
Penyataan Pahit di Afrika
Negara-negara Afrika yang dijajah Inggris justru mengalami nasib berbeda. Ekonomi mereka hancur dan rakyat hidup dalam kemiskinan.
Kelaparan menjadi masalah serius yang sulit diatasi. Korupsi juga mendarah daging hingga sekarang.
Utang negara terus menumpuk dari tahun ke tahun. Sistem pemerintahan yang rapuh memperburuk kondisi ekonomi.
Pertanyaannya mengapa bisa terjadi perbedaan yang begitu mencolok? Jawabannya terletak pada strategi penjajahan yang diterapkan.
Strategi Divide and Rule di Afrika
Inggris sengaja memisah-pisahkan wilayah di Afrika tanpa mempertimbangkan suku dan agama. Tujuannya agar mudah dikontrol dan tidak ada perlawanan besar.
Akibatnya saudara yang dulu bersatu menjadi terpecah belah. Konflik antar kelompok terus berlanjut hingga sekarang.
Sistem ekonomi juga diatur untuk menguntungkan Inggris semata. Rakyat Afrika dipaksa mengirim bahan mentah ke Inggris dengan harga murah.
Pembangunan yang katanya dari nol justru dibayar dengan penderitaan penduduk lokal. Banyak yang harus meninggalkan tanah leluhur mereka.
Trauma Penjajahan Berkelanjutan
Di Australia, Inggris memisahkan ratusan ribu warga pribumi dari keluarga mereka. Banyak anak yang mengalami trauma berat akibat perlakuan ini.